Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RENUNGAN

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa; dia tinggal di San Antonio. Edith Burns memiliki kebiasaan untuk memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang dengan cara: "Halo, nama saya Edith Burns.

Pemahaman kita sebagai orang percaya mengenai pertobatan harus direvisi, sebab selama ini banyak pengertian pertobatan yang salah. Sesungguhnya, pertobatan bukan hanya memiliki perubahan kelakuan secara moral yang terlihat, artinya berhenti dari suatu perbuatan yang dinilai salah menurut moral.

Ketika Pendeta Howard Sugden memimpin upacara pernikahan kami, ia menekankan bahwa kami sedang terlibat dalam sebuah mukjizat. Kami memercayainya, tetapi kami tidak memahami seberapa besar mukjizat yang diperlukan untuk mengikat dua orang, apalagi menjadikan keduanya satu.

Ditulis oleh: Amidya

Pernahkah kita mengalami masalah yang besar dan kita merasa kesesakan di dalamnya? Hidup menjadi penuh beban dan seakan-akan tidak ada pertolongan yang datang? Pada saat itulah, kita akan berteriak kepada Tuhan dan mengharapkan lawatan-Nya atas hidup kita.

Ditulis oleh: N. Risanti

Francis Chan pengarang buku "Crazy Love" berujar dalam bukunya, "Orang-orang yang terobsesi kepada Yesus tidak mendahulukan keselamatan dan kenyamanan pribadi di atas segalanya. Orang-orang yang terobsesi lebih peduli tentang datangnya Kerajaan Allah di bumi ini daripada mendapat perlindungan dari penderitaan atau tekanan." Dan, ia tidak hanya sekadar berteori ketika mengatakannya.

Ditulis oleh: N. Risanti

Bertumbuh dalam keluarga Kristen yang sudah mengenal Kristus semenjak lama, membuat keluarga besar kami memiliki tradisi Natal yang kental di bulan Desember. Dimulai dengan memasang dan menghias pohon Natal besar di rumah nenek saya, membuat kue-kue khas Natal, membeli dan membungkus hadiah Natal, menjalani latihan drama atau paduan suara untuk acara Natal di gereja, sampai merayakan malam Natal bersama keluarga besar di rumah nenek yang penuh dengan nuansa keakraban dan kegembiraan. Semua tradisi dan kesibukan itu sungguh membawa kesan dan memori yang menyenangkan bagi saya sebagai anak-anak, yang bahkan masih terbawa hingga saat ini. Desember dan Natal kemudian bermakna sebagai masa-masa yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan berdasarkan kenangan indah saya semasa kanak-kanak.

Budaya kita mendorong perempuan untuk menumbuhkan kecantikan yang hanya terletak di permukaan. Namun, Allah memerintahkan kita untuk mengejar kecantikan batin yang sangat berharga.

Oleh: N. Risanti

Dulu, sebagai seorang remaja, saya tidak pernah percaya diri dengan kulit saya yang hitam, badan yang terlampau kurus, atau rambut yang sangat lurus dan tipis. Ditambah dengan sering mengonsumsi majalah remaja yang selalu menampilkan kecantikan fisik dan penampilan, semakin merosotlah pandangan saya terhadap diri sendiri. Ibarat bunga, saya merasa bahwa saya ini hanyalah "bunga rumput" yang biasa-biasa saja dan tidak tampak indah. Siapa yang akan memandang bunga rumput yang sederhana dan tidak semarak warnanya itu?

Pages