KESEHATAN

Diringkas oleh: S. Setyawati

Setelah saya menyampaikan pidato tentang infertilitas, ada sepasang suami istri makan siang bersama saya. Setelah beberapa saat, saya bertanya kepada si istri, "Ketika Anda menangisi masalah kesuburan Anda, apa rasa kehilangan terbesar Anda?" "Rasa kehilangan dari sebuah mimpi; kerinduan hati saya adalah memiliki anak dari suami saya dan membesarkannya bersama-sama," jawabnya. Lalu, saya bertanya kepada si suami, "Dan, Anda?" Ia memandang istrinya dan berkata kepadanya, "Jangan menganggap ini salah, Sayang, tetapi ...." Lalu, ia memandang saya. "Inilah rasa kehilangan istri saya -- ia bukan wanita yang sama dengan yang saya nikahi. Masalah ini benar-benar membebani kami."

Alkitab sangat adil mengenai kesuburan dan membesarkan anak. Anak-anak adalah berkat (Mazmur 127:3-5). Anak-anak diperlukan untuk memenuhi tujuan Allah bagi manusia agar kita "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi ..." (Kejadian 1:28). Setidaknya, dua kali Allah menggunakan kesuburan untuk menganugerahi atau menenangkan para perempuan (Kejadian 29:31; 2 Raja-raja 4:8-17). Namun, tidak ada bukti apa pun bahwa Allah menghukum seorang perempuan karena kemandulan. Hanya sekali Allah menggunakan "kemandulan" sebagai hukuman (2 Samuel 6:20-23). Sebab, sering kali, kemandulan diobati dengan kelahiran tokoh penting, termasuk Ishak (Kejadian 21:7), Esau dan Yakub (Kejadian 25:21), Simson (Hakim-hakim 13), Nabi Samuel (1 Samuel 1), dan Yohanes Pembaptis (Lukas 1).

Mungkin pembaca berpikir bahwa ada sebuah kesalahan, mengapa tidak ada tulisan mengenai menopause dalam daftar publikasi kristiani? Apabila ada daftar yang memuat judul semacam itu, mengapa topik tersebut diangkat? Apa hubungan masalah ini dengan iman, dan sebagainya? Semoga pembaca dapat segera mengetahui relevansinya dengan cepat.

Setiap wanita, sejak zaman Hawa, pasti mengalami menopause. Hal itu juga terjadi sampai saat ini. Sekarang, para wanita dapat memilih untuk tidak mengalami menopause dengan pengobatan yang dikenal sebagai "Terapi Penggantian Hormon" (Hormone Replacement Therapy, selanjutnya disebut HRT). Tulisan ini bukan hanya menyangkut soal HRT. Akan tetapi, sejauh ini beberapa orang Kristen menyebut HRT sebagai dosa. Jika itu bukan dosa, akan timbul pertanyaan: "Ini adalah peristiwa hidup yang normal, jadi mengapa terlibat dalam hal ini? Saya tidak pernah menjalani HRT, jadi mengapa harus membahasnya sekarang?"

Hampir setiap perempuan sadar akan datangnya menopause. Namun, tidak banyak perempuan menyadari ketika saatnya telah tiba. Itu sebabnya, banyak perempuan datang berkeluh kesah ke dokter atau bahkan psikolog untuk berkonsultasi tentang berbagai ketidaknyamanan yang ia rasakan. Sesi konseling pun kerap diakhiri dengan pertanyaan terhadap diri sendiri, "Apakah saya sedang memasuki tahap premenopause?"

"Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Roma 15:13)

Sobat wanita,

Kerinduan kita semua adalah memiliki perasaan damai sejahtera di dalam Allah Bapa. Sebab, saat kita hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya, Allah Bapa akan menganugerahkan warisan damai sejahtera kepada kita.

Wanita takut menjadi tua. Kemungkinan munculnya kerutan, rasa nyeri badan, keletihan, dan menopause menambah perasaan negatif menghadapi pertambahan usia.

Entah Anda berusia 20, 35, atau 47 tahun, Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi proses penuaan dengan membaca artikel ini. Artikel ini akan menolong Anda memahami apa yang harus diharapkan dan bagaimana menghadapi tahap kehidupan yang normal ini dengan baik. Setiap wanita akan memasuki masa yang disebut "menopause".

Sejak zaman Kristus, pengaruh dunia kesehatan terhadap penginjilan sudah sangat besar. Pelayanan Kristus dan murid-murid-Nya sebagai penginjil disertai dengan pelayanan penyembuhan. Bahkan pada abad-abad berikutnya, orang Kristen terus dikenal karena kepeduliannya yang sungguh-sungguh terhadap orang sakit dan yang membutuhkan. Pada saat serangkaian penyakit mewabah di Alexandria, orang Kristenlah yang tetap tinggal untuk merawat orang-orang sakit dan menguburkan yang mati, sementara yang lain sudah pergi untuk menyelamatkan diri. Itulah yang menyebabkan reputasi Kristen sebagai agama penuh kasih dan kesetiaan meningkat.

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:19-20)

Alkitab berkata bahwa setiap kita memiliki hubungan yang khusus dengan Allah, yang sudah dimulai sebelum kita dilahirkan. Yeremia menulis:

Firman Allah datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau di dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:4-5).

Pertanyaan: Perlukah orang Kristen berolahraga? Apa kata Alkitab mengenai kesehatan?

Jawaban: 1 Timotius 4:8 memberitahu kita, "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Pada satu sisi, fakta bahwa pembatasan jumlah anak kembali menjadi suatu topik yang dibahas di gereja merupakan suatu pertanda yang bagus. Orang-orang Kristen tidak lagi serta merta menganggap bahwa suatu praktik yang tersebar luas di dunia pasti baik.

Namun, sesuatu hal juga jangan lantas dianggap sebagai sesuatu yang salah hanya karena sesuatu itu banyak dilakukan oleh orang non-Kristen. Jadi, bagaimanakah kita menanggapi pertanyaan di atas?