Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Tuhan dalam Tubuh Daging

Tuhan telah memilih untuk menjelma sebagai manusia. Lidah-Nya yang membangkitkan orang mati adalah lidah seorang manusia. Tangan-Nya yang menjamah orang kusta adalah tangan yang berkalang tanah. Kaki-Nya yang dibasuh seorang wanita, kasar dan berdebu. Dan air mata-Nya....ya, air mata-Nya.....keluar dari hati yang hancur seperti hati Anda dan saya.

Demikianlah, orang-orang datang kepada-Nya. Dan wah, betapa banyaknya!
Mereka datang di malam hari; Mereka menjamah-Nya ketika Dia menyusuri jalan-jalan; mereka mengikuti-Nya sampai ke tepi pantai; Mereka mengundang Dia masuk ke rumah-rumah mereka dan meletakkan anak-anak mereka di pangkuan-Nya. Mengapa?
Karena Dia tak ingin menjadi sebuah patung di gereja atau pendeta di atas sebuah mimbar. Sebaliknya, Dia memilih untuk menjadi seorang Yesus yang bisa disentuh, didekati, dan dijumpai.

Tak seorangpun takut untuk mendekat. Ada yang mencela Dia. Ada dari mereka yang iri kepada-Nya. Ada yang salah memahami-Nya. Ada yang memuja-Nya. Namun, tak seorang pun yang menanggap Dia terlalu suci dan kudus sehingga terlalu tinggi untuk dapat dijangkau. Dan, tak seorang yang pun yang begitu segan untuk mendekatinya karena khawatir akan ditolak oleh-Nya. (t/Aji)

Diterjemahkan dari:

Judul artikel : God in The Flesh
Judul buku : The Gift for All People
Penulis artikel : Max Lucado
Hal : 27 -- 28
Penerbit : Multnomah Publisher, Sisters. 1999
Tipe Bahan: 
kategori: 

Komentar