Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Cerdas dalam Mengasuh Anak Tiri

"Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, cerdas mengasuh anak tiri merupakan tugas dua orang."

Mengasuh di dalam keluarga tiri merupakan tarian dua, tiga, atau empat orang (kadang-kadang lebih). Keharmonisan orang tua kandung dan orang tua tiri merupakan inti kesuksesan pengasuhan dalam keluarga Anda. Dua hubungan yang paling penting dalam setiap keluarga tiri adalah pernikahan dan hubungan antara orang tua tiri dan anak tiri.

Pernikahan harus kuat agar dapat bertahan dalam banyak tekanan yang dihadapi pasangan dalam keluarga tiri dan agar dapat menyediakan tulang punggung bagi kestabilitasan keluarga tiri. Hubungan antara orang tua tiri dan anak tiri juga hampir sama pentingnya. Peran orang tua tiri sangatlah penting karena secara dramatis memengaruhi tingkat stres pada anak-anak. Semakin sedikit stres pada anak, berarti semakin harmonis dengan orang tua tiri; yang pada gilirannya membuat pernikahan lebih harmonis.

Banyak orang berasumsi salah bahwa pengasuhan adalah satu-satunya tanggung jawab orang tua tiri. Anggapan ini membuat suami istri saling beradu ketika orang tua tiri menyulitkan atau memarahi anak-anak. Sebaliknya, mengasuh adalah tugas dua orang.

Orang tua kandung dan orang tua tiri harus mengupayakan peran yang saling melengkapi dan saling memanfaatkan kekuatan pasangannya. Sama seperti di rumah orang tua kandung, orang tua dan orang tua tiri harus bersatu dalam tujuan dan bekerja sama seperti di dalam tim. Orang tua tiri yang sedang bergumul, membutuhkan orang tua kandung yang akan melangkah maju menuju kemenangan.

Orang tua tiri dan orang tua kandung tidak berfungsi dalam ruang hampa, terisolasi satu sama lain. Bahkan, yang paling dibutuhkan adalah kerja sama antara orang tua dan orang tua tiri, yang akan membantu mengklarifikasi peran orang tua tiri. Cerdas dalam mengasuh berarti merencanakan dan mengasuh bersama.

Imbalan dan Tantangan

Tak seorang pun pernah bermimpi bertambah besar dan menjadi orang tua tiri. Itu bukan bagian dari fantasi kita -- "hidup bahagia selamanya". Lebih lagi, masyarakat tidak mengajar kita untuk berperan sebagai orang tua tiri yang efektif. Kita bisa melakukannya saat kita mengalaminya.

"Aku lebih merasa seperti pembantu daripada ibu."

Namun, tidak semua anak-anak berpikiran negatif terhadap orang tua tiri.

Ketika aku berusia empat tahun, ayahku meninggal, dan dua tahun kemudian, ibuku bertemu dengan ayah tiriku. Ada enam anak yang harus dibesarkan dari keluarga asal kami, ditambah tiga anak dari pernikahan sebelumnya dari ayah tiriku. Ketika mereka menikah, ayah tiriku membantu ibuku untuk mengasuh kami, dan memperlakukan kami seperti anak-anaknya sendiri. Aku tidak pernah tahu ayah kandungku; Ted adalah ayah yang sesungguhnya yang aku kenal. Meskipun kami memiliki masalah yang pasang surut, aku tidak akan pernah menukarkan ayahku dengan ayah lain di dunia. (Anak tiri perempuan.)

Tolong diingat ketika "keadaan menjadi sulit" bahwa semua kerja keras dan ketidaknyamanan pengasuhan dapat dibayar. Ini mungkin tidak akan mencapai hingga fantasi yang Anda buat, tetapi ini cukup bagus. Ingat, ada upah dan tantangan; hanya tekad yang menghasilkan upah.

Bersabarlah!

Intregrasi umum keluarga tiri dan ikatan dengan anak tiri sangat sulit terjadi secepat yang diinginkan orang dewasa. Ini hanya tidak terjadi sesuai dengan jadwal yang mereka inginkan. Peneliti keluarga tiri, James Bray, menemukan bahwa keluarga tiri tidak akan mulai berpikir atau bertindak seperti keluarga sebelum akhir tahun kedua atau ketiga.(1) Selanjutnya, Patricia Papernow, penulis buku "Becoming a Stepfamily" (Menjadi Keluarga Tiri), menemukan bahwa rata-rata dibutuhkan tujuh tahun untuk mengintegrasikan secara cukup, untuk mengalami keintiman dan keaslian dalam hubungan keluarga tiri.(2)

Keluarga-keluarga dapat mencapai keharmonisan dengan cepat dalam empat tahun jika anak-anak mereka masih muda dan orang dewasa mau membawa keluarganya bersama. Akan tetapi, keluarga-keluarga yang lamban, menurut Paperno, dapat menempuh waktu sembilan tahun atau lebih. Menurut pengalaman saya, sangat sedikit sekali orang dewasa yang masuk dalam keluarga tiri memercayai bahwa untuk itu mereka akan membutuhkan waktu selama itu. Mereka ingin sesuatu yang cepat, proses penggabungan yang menyakitkan. Bahkan, jika mereka tahu bahwa perjalanan itu akan memakan waktu lama, mereka mungkin tidak mendaftar untuk tempat yang pertama.

Jadi, mengapa dibutuhkan waktu yang lama untuk menggabungkan sebuah keluarga tiri dan ikatan dengan anak tiri? Ini beberapa alasannya:

Keluarga tiri dipenuhi dengan dinamika yang kompleks, yang membuat kebanyakan orang dewasa terkejut. Terapis keluarga telah lama mengetahui bahwa perceraian tidak benar-benar mengakhiri kehidupan keluarga; itu hanya menata ulangnya. Akibatnya, hal itu mencerai-beraikan keluarga Anda menjadi beberapa rumah tangga. Dinamika emosional dan rasional yang mengawali perceraian itu berlanjut meskipun kehidupan tata keluarga sudah diatur kembali.

Keluarga tiri perlu menyadari bahwa semua orang yang berbagi keluarga dengan anak-anak kandung dan anak-anak tiri Anda adalah bagian dari keluarga "besar" Anda. Mulailah menghitung, dan jumlah orangnya bisa sangat mengejutkan! Memang, keluarga tiri tidak mempunyai pohon keluarga, tetapi mereka memiliki "hutan" keluarga! Hutan yang kompleks ini hanya membutuhkan waktu untuk mengintegrasikannya.

Seorang peserta seminar pernah menanyakan kepada saya, hal berbeda apa yang dapat dia lakukan untuk membangun hubungan dengan putri tirinya. Dia menceritakan bagaimana dia mengajak anak tiri perempuannya yang berusia 12 tahun keluar untuk belanja dan membeli es krim bila memungkinkan. Dia menanyakan kepada putrinya aktivitas apa yang dia suka dan kemudian memastikan mereka melakukannya bersama. Memakai istilahnya, "Aku mencoba dan mencoba, tetapi dia tidak pernah bersikap hangat kepada saya, jadi saya menyerah."

Karena bingung dengan skenarionya, saya menanyakan lebih banyak informasi. Dia telah menjadi ayah tiri kedua bagi gadis ini setelah ibunya bercerai untuk kali kedua. Ayah kandung gadis ini tidak melibatkan dirinya dalam kehidupan gadis ini dan menyisakan luka batin yang dalam di hatinya. Ayah tiri yang pertama selalu menyendiri, jauh, dan kritis.

Saya menyarankan kepada pria itu, karena kedua ayah sebelumnya, dia mendapatkan dua serangan terhadap dirinya ketika menikahi ibu gadis itu. Akan tetapi, penentu yang sebenarnya datang ketika saya bertanya, berapa lama dia berusaha memenangkan hati anak perempuan tirinya. Tiga bulan. Anda lihat 'kan, dia hanya tidak mempertimbangkan semua yang telah dialami gadis ini dan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar hubungan keluarga tiri dapat berkembang? Niatnya benar-benar baik. Tindakannya berada pada target yang sudah tepat. Dia hanya kurang bersabar.

Kualitas Orang Tua Asuh yang Efektif

Sikap dan harapan yang Anda bawa akan membuat ikatan dengan anak tiri lebih mudah atau lebih sulit. Selain itu, ada banyak faktor yang, kenyataannya, memiliki sangat sedikit hubungan dengan Anda, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan anak serta hubungan dan masa lalunya yang lain.

Menemukan peta untuk perjalanan keluarga tiri Anda berarti memahami faktor yang membangun atau menghancurkan tempat Anda di rumah. Teruslah membaca untuk mengumpulkan semua potongannya.

Nikmati Hubungan yang Anda Memiliki Sekarang

Aturan kardinal untuk ikatan orang tua tiri adalah membiarkan anak-anaknya mengatur kecepatan hubungan mereka dengan Anda.

Jika mereka menyambut atau mencari kasih sayang, lakukanlah. Jika mereka tetap jauh, tetapi ramah, hormatilah dengan baik. Jika mereka mengikuti aturan dan menghormati keputusan Anda, teruskanlah otoritas yang Anda berikan. Jika mereka menentang otoritas Anda, carilah jalan untuk hidup dalam kekuatan orang tua kandungnya.

Orang tua tiri yang efektif tahu bahwa membangun hubungan dengan anak tiri membutuhkan waktu, tetapi mereka tidak boleh menekankan "memperdalam ikatan" sampai pada titik dia kehilangan hubungan yang telah mereka miliki. Belajarlah mencari titik yang baik dari hubungan yang Anda punya saat ini. Bersabarlah dan terus berusaha bertumbuh bersama anak tiri Anda, tetapi jangan menambahkan banyak tekanan.

Milikilah Harapan yang Realistis

Orang tua kandung dan orang tua tiri cenderung berasumsi bahwa anak-anak menginginkan kedekatan, hubungan yang hangat dengan orang tua tiri. Orang tua kandung ingin anak-anaknya bahagia dengan pasangan hidupnya, dan orang tua tiri berasumsi bahwa mereka perlu menjadi orang yang istimewa bagi anak-anak. Anak-anak mengatakan yang sebaliknya.

Ketika ditanya bagaimana peran orang tua tiri seharusnya dimainkan, orang tua kandung dan orang tua tiri biasanya membayangkan peran tersebut dalam cara yang sama. Dalam sebuah studi, hampir setengah dari mereka mengatakan bahwa peran orang tua tiri yang ideal haruslah menjadi salah satu "orang tua" sebagai lawan dari "orang tua tiri" atau "teman." Sebaliknya, 40 persen dari anak tiri mengidentifikasikan "teman" sebagai yang paling ideal. Jauh lebih sedikit anak-anak yang berpikir bahwa peran "orang tua" adalah yang ideal.(3) "Orang tua" memberi pelukan dan mengharapkan ketaatan kepada aturan mereka; "teman" memberikan dukungan dan mendorong nilai-nilai positif dalam kehidupan anak-anak.

Orang tua tiri perlu belajar untuk bersantai dalam perannya dan tidak berharap terlalu banyak dari diri mereka sendiri. Berharap terlalu banyak berarti mempersiapkan diri sendiri untuk kekecewaan dan frustrasi. Orang tua kandung juga perlu bersantai dan membiarkan orang tua tiri dan anak tiri mengukir hubungan mereka.

James Bray menemukan bahwa kebanyakan anak-anak tiri, pada tahun-tahun awal kehidupan keluarga tiri mereka, melihat orang tua tiri seperti seorang pelatih atau seorang konselor.(4) Orang-orang semacam ini mempunyai otoritas yang terbatas dengan anak-anaknya dan memberikan instruksi, tetapi mereka bukan "orang tua." Akan tetapi, hanya karena anak tiri Anda tidak memberikan pelukan yang tidak diinginkan, tidak berarti Anda tidak memiliki hubungan yang layak. Mempunyai anak tiri yang berbicara kepada Anda hanya ketika mereka menginginkan sesuatu bukanlah sebuah indikasi bahwa Anda adalah orang tua tiri yang menyedihkan. Itu menunjukkan di mana posisi Anda saat ini. Santai saja dan percayalah bahwa hubungan itu akan berkembang dari waktu ke waktu. (t/Yans)

Catatan:

  1. James Bray, Stepfamilies: Love, Marriage, and Parenting in the First Decade (New York: Broadway Books, 1998.
  2. Patricia Papernow, Becoming a Stepfamily: Patterns of Development in Remarried Families (New York: Gardner Press, 1993.
  3. Fine, M. (1997, Fall). The Role of the Stepparent: How Similar are the Views of Stepparents, Parents, and Stepchildren? Stepfamilies Quarterly [online]. Available: www.stepfam.org
  4. James Bray, (1998). Stepfamilies: Love, Marriage, and Parenting in the First Decade (New York: Broadway Books).

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Focus on The Family
Alamat URL : http://www.focusonthefamily.com/parenting/parenting_roles/blended_famili...
Judul asli artikel : Smart Stepparenting
Penulis : Ron Deal
Tanggal akses : 4 Juni 2014
Tipe Bahan: 
kategori: 

Komentar