Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

SUARA WANITA

Salam dalam kasih Kristus,

Melanjutkan edisi sebelumnya yang mengangkat topik Wanita Dalam Pelayanan, redaksi mengajak para Sahabat Wanita untuk lebih dalam memahami arti melayani. Melayani tidak harus dilakukan di gereja dengan menjadi pengurus atau terlibat dalam berbagai kegiatan gereja. Melayani bisa dilakukan kapan saja, kepada siapa saja, dan di mana saja. Yang terpenting adalah pelayanan itu dilakukan dengan tulus hati dan hanya untuk kemuliaan Kristus.

Mari simak artikel-artikel berikut ini yang menjelaskan bahwa pelayanan bisa dilakukan melalui banyak hal dan memberikan manfaat rohani bagi orang yang melakukannya. Kiranya, edisi ini bisa menyemangati para Sahabat Wanita untuk lebih menyala-nyala lagi dalam melayani Dia.

Selamat melayani Tuhan!

Pimpinan Redaksi e-Wanita, Christiana Ratri Yuliani

Selamat tahun baru 2010....

Liburan Natal dan akhir tahun sudah berakhir. Kami berharap, setelah liburan ini Sahabat Wanita memiliki semangat baru, lebih segar, dan siap beraktivitas kembali. Nah, sebelum melakukan aktivitas pada sepanjang tahun 2010 ini, apakah Anda telah menyusun rencana dan strategi untuk menapaki tahun yang baru? Apakah termasuk di dalamnya rencana pelayanan-pelayanan Anda?

Mungkin saat kita mendengar kata pelayanan, yang terbayang adalah kegiatan-kegiatan di gereja dan aktivitas para hamba Tuhan. Namun, pada zaman yang semakin terbuka ini, kesempatan pelayanan terbuka lebar pula bagi siapa saja, termasuk bagi Sahabat Wanita semuanya. Oleh karena itu, mari kita mendalami terlebih dahulu arti pelayanan itu. Anda semua akan melihat bahwa kita semua dapat melayani Tuhan dengan cara apa pun. Tidak harus di gereja, namun di mana saja Tuhan menempatkan kita, dan pada kesempatan apa pun. Kiranya sajian pembuka perjumpaan kita pada tahun 2010 ini semakin meneguhkan komitmen untuk menyerahkan hidup ini untuk melayani Tuhan setiap saat.

Selamat menyimak dan selamat melayani.

Dalam anugerah-Nya,
Pimpinan Redaksi e-Wanita
Christiana Ratri Yuliani

Shalom,

Apa pendapat Sahabat Wanita ketika membaca topik e-Wanita kali ini? Apa yang tebersit di pikiran Sahabat Wanita ketika ada yang menanyakan pada Sahabat Wanita, "Kapan Natal pertama Anda?"

Natal pertama dalam hal ini bukan hanya merujuk pada fakta sejarah bahwa 2.000 tahun yang lalu Kristus lahir ke dunia. Natal pertama yang dimaksud di sini adalah ketika Kristus lahir di hati Sahabat Wanita. Ya, Natal pertama adalah waktu ketika Sahabat Wanita membuka pintu hati kemudian membaringkan Bayi Kudus itu di hati Sahabat Wanita dan membiarkan-Nya berdiam di sana untuk memimpin dan membimbing hidup kita. Sejak saat itu, hidup Sahabat Wanita bukan lagi tentang Anda, tapi hidup Anda adalah Dia. Kami mengajak Sahabat Wanita semua menyimak edisi Natal sepanjang bulan Desember ini. Kiranya menjadi berkat Natal yang indah bagi kita semua dan terpujilah Dia selama-lamanya.

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia

Shalom,

Setelah kita mengenali gejala-gejala depresi pada edisi e-Wanita yang lalu, kini kami mengajak Sahabat Wanita untuk mengalahkan depresi tersebut. Memang tidak mudah, apalagi ketika pikiran kita dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif. Tapi kami percaya obat yang paling manjur ketika kita merasa seluruh dunia berbalik melawan kita adalah bersandar pada Allah. Seperti halnya yang tertuang dalam renungan kali ini, yang berjudul "Aku Sangat Letih".

Shalom,

Setiap insan, termasuk kaum hawa, pasti pernah mengalami depresi. Bahkan dalam bukunya yang berjudul "The Courage To Be Yourself", Sue Patton Thoele mengatakan bahwa depresi merupakan salah satu penyakit klasik wanita. Sayangnya, terkadang kita tidak menyadari sinyal-sinyal depresi yang dikirimkan ke tubuh kita, sehingga kita pun tidak siap mengantisipasi dampaknya.

Nah, pada edisi inilah kami ingin mengajak Sahabat Wanita untuk mengenali gejala depresi sehingga Sahabat Wanita bisa melakukan sesuatu sebelum depresi itu berlarut-larut. Kami sangat berharap edisi ini bisa membantu Sahabat Wanita sekalian.

Selamat membaca, Tuhan memberkati.

Shalom,

Seperti yang telah redaksi janjikan pada edisi sebelumnya, edisi 22 ini hadir untuk melanjutkan pembahasan tentang temperamen. Namun, kali ini kami ingin lebih menyoroti peranan Roh Kudus dalam mengubahkan temperamen seseorang.

Dari Alkitab sendiri, kita bisa melihat karya Roh Kudus yang luar biasa dalam mengubahkan temperamen seseorang dalam kehidupan pelayanannya, misalnya Paulus dan Petrus. Dari kedua tokoh ini, kita bisa belajar bagaimana Tuhan melalui Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan temperamen mereka. Semoga sajian-sajian kali ini bisa menambah wawasan Sahabat Wanita sekalian dan terutama untuk lebih memahami temperamen yang diubahkan oleh Roh Kudus. Secara khusus, kami juga menyajikan sebuah tips khusus berjudul "Beberapa Petunjuk untuk Mempelajari Alkitab". Hal ini dilakukan dalam rangka memeriahkan ulang tahun pelayanan YLSA yang ke-15 dalam bidang "Biblical Computing". Kiranya menjadi berkat pula bagi Anda. Informasi lebih lengkap mengenai perayaan 15 tahun SABDA dapat Anda simak melalui http://fb.sabda.org/.

Shalom,

Temperamen, apa yang ada di benak Sahabat Wanita ketika mendengar istilah ini? Apakah menurut Anda temperamen bisa disamakan dengan watak, karakter, atau sifat manusia? Ternyata tidak. Temperamen tidak sama dengan watak, karakter, atau pun sifat manusia. Lalu apa yang dimaksud dengan temperamen? Edisi e-Wanita kali ini akan menjawabnya.

Melalui edisi ini, kami ingin mengajak Sahabat Wanita sekalian untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan temperamen melalui kolom Dunia Wanita yang memuat sebuah artikel dengan judul "Apa Itu Temperamen". Selain itu, tips tentang bagaimana bergaul dengan orang-orang yang memiliki temperamen yang berbeda dengan kita juga telah diselipkan. Karena itu, kami harap Anda mendapat berkat dari edisi ini dan semakin tertarik memahami masalah temperamen, salah satunya dengan menyimak edisi e-Wanita berikutnya, yang masih di bawah tema yang sama.

Selamat membaca dan Tuhan memberkati!

Shalom,

Tubuh kita adalah bait suci, oleh karena itu kita harus menjaganya tetap bersih. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan kita. Banyak cara bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kita, mulai dari berolahraga, makan makanan berserat tinggi, banyak minum air putih, dan masih banyak lagi. Tapi masih ada sebuah cara lagi yang bisa Anda coba, yaitu menjaga ritme rohani. Apakah yang dimaksud dengan ritme rohani? Jawabannya bisa Sahabat Wanita temukan dalam kolom artikel edisi kali ini yang mengangkat masalah kesehatan. Tanpa ingin menahan Sahabat Wanita lebih lama lagi, silakan menyimak edisi e-Wanita 20 ini dan Tuhan memberkati.

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia
Pimpinan Redaksi e-Wanita

Shalom,

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah "mens sana in corpore sano". Pepatah latin yang memiliki arti kurang lebih "dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula" nampaknya tidak bisa dilepaskan dari dunia kesehatan. Apalagi zaman sekarang orang berlomba-lomba menjaga kondisi tubuh mereka, mulai dari berolahraga, berdiet, mengonsumsi multivitamin, maupun cara-cara lain yang tidak bisa disebutkan semua di sini.

Saat ini, orang-orang memiliki kesadaran yang lebih untuk menjaga kesehatan mereka daripada dulu. Hal ini mungkin dipicu dengan keadaan bumi sendiri yang semakin tidak kondusif dengan berbagai macam masalah lingkungan dan pada akhirnya berimbas pada tubuh kita. Sebenarnya, apa yang Alkitab katakan tentang hidup sehat?

Nah, edisi e-Wanita kali ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Semoga sajian yang telah kami siapkan bisa menjawab pertanyaan di atas dan menambah wawasan kita. Akhir kata, kami segenap Redaksi e-Wanita mengucapkan selamat membaca dan Tuhan memberkati!

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia
Pimpinan Redaksi e-Wanita

Shalom,

Gaung keriaan perayaan HUT negara kita tercinta masih terasa. Saat ini pun, Merah Putih mungkin masih berkibar-kibar di seluruh penjuru negeri. Kiranya perayaan yang sudah lalu terus membakar semangat Sahabat Wanita semua untuk terus memimpin di depan dalam mengemban amanat Kristus bagi tanah pusaka.

Masih melanjutkan tema yang sama dengan edisi sebelumnya, yaitu "Kepemimpinan", kami mengajak Sahabat Wanita sekalian memahami hakikat kepemimpinan seorang wanita. Tidak hanya melalui kolom renungan dan artikel saja, tapi kami juga ingin mengajak Anda mengenal lebih dalam lagi seorang pemimpin wanita dari zaman Perjanjian Lama yang bernama Debora. Kepemimpinan Debora merupakan sebuah prestasi yang luar biasa di tengah dominasi kepemimpinan kaum pria pada zaman tersebut. Kiranya sajian-sajian dalam edisi ini semakin meneguhkan tekad Sahabat Wanita sekalian untuk mau terus dipakai Tuhan bagi kemuliaan-Nya.

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia

Shalom,

Bulan Agustus merupakan bulan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Pada bulan ini, seluruh rakyat merayakan kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Kemerdekaan ini merupakan hasil dari tetesan darah, cucuran keringat, dan pemikiran dari setiap pahlawan bangsa. Mereka semua, tanpa memedulikan pangkat dan derajat, berani menjadi pemimpin untuk membawa bangsa ini menuju gerbang kebebasan dari penjajahan bangsa lain.

Ya, untuk mengisi kemerdekaan ini, kita semua, termasuk Sahabat Wanita, harus berani tampil menjadi pemimpin agar dapat terus membawa bangsa ini untuk tetap menjadi bangsa yang merdeka. Sebagai orang Kristen, tentunya teladan kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan Yesus. Kita dapat belajar mengenai hal ini dalam artikel yang berjudul "The Golden Rule". Selain itu, kami juga mengajak Anda merenungkan bimbingan Roh Kudus dalam hidup kita melalui kolom Renungan Wanita yang menyajikan sebuah renungan berjudul "Kepemimpinan Pembimbing Kita". Sebagai penutup, jangan lewatkan tips bagaimana membuat perencanaan yang dapat menjadi salah satu cara untuk menolong kita menjadi orang yang teratur dan disiplin. Kiranya menjadi berkat.

Selamat menyambut kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64.

Shalom,

Menjadi orang tua tidaklah mudah, karena mereka "dituntut" untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Hal ini bukan hal yang mudah karena sebagai orang tua, kita hanyalah manusia biasa yang memiliki kelamahan dan kelebihan.

Publikasi e-Wanita edisi 16 secara khusus membahas beberapa hal yang berkenaan tentang bagaimana memberi teladan bagi anak-anak. Dalam renungan berjudul "Menjadi Orang Tua yang Berhasil", kita diajarkan untuk selalu memberi pengaruh yang positif bagi anak-anak kita ketimbang menjadi orang tua yang penuntut. Kemudian, melanjutkan topik edisi sebelumnya, kami ingin mengajak Anda untuk memberikan teladan doa kepada anak-anak sejak usia dini melalui kolom artikel yang berjudul "Teladanilah Sikap yang Benar Terhadap Doa". Sedangkan dalam kolom Potret Wanita, kami ingin mengajak Anda mengenal seorang ibu -- Salome, yang secara luar biasa telah membawa kedua anaknya kepada Kristus. Kami berharap Anda bisa belajar banyak dari sosok ibu yang satu ini. Kiranya seluruh sajian dalam edisi ini menggugah kita untuk selalu bersukacita dalam menjalani tugas yang sulit ini, yaitu menjadi teladan bagi anak-anak kita. Tuhan memberkati.

Shallom,

Seorang penulis wanita, Stormie Omartian, bersaksi bahwa ia merasa frustrasi karena tidak mampu mengawasi putranya selama 24 jam. Hal ini membuatnya kehilangan damai sejahtera. Dalam kondisi semacam itu, Allah memberi tanggapan dengan membimbing Stormie dan suaminya untuk menjadi orang tua pendoa. Mereka mulai mendoakan putra mereka setiap hari, menyebutkan setiap detail kehidupannya dalam doa. Ketika Anda mulai mendoakan anak Anda, Dia tidak berjanji kepada Anda bahwa hal buruk tidak akan menimpa anak-anak Anda. Namun ketika Anda berdoa, Dia akan memberi Anda kedamaian yang Anda dambakan (Filipi 4:6-7).

Publikasi e-Wanita edisi 15 secara khusus akan membahas topik mengapa Anda perlu berdoa bagi anak Anda. Ini merupakan tantangan bagi semua orang tua, bahkan bagi mereka yang memiliki anak-anak yang sudah dewasa. Jadi, jangan pernah berhenti menyelubungi anak-anak Anda dengan doa!

Selamat melayani, Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-Wanita,
Novita Yuniarti

Shalom,

Lazimnya, seorang istri tentu saja selalu ingin menyenangkan hati suaminya. Berbagai cara dilakukan, mulai dari memasak, berdandan, hingga melayani suami. Berusaha menyenangkan hati suami boleh-boleh saja, apalagi itu merupakan suatu keharusan. Namun, sebagai seorang istri Kristen, tentu saja prinsipnya berbeda dengan cara dunia pada umumnya. Semua yang kita lakukan untuk menyenangkan hati suami harus sesuai dengan firman Tuhan. Kita harus melihat apa yang Allah inginkan dari seorang istri Kristen sehingga kita dapat menemukan cara yang benar untuk menyenangkan hati suami. Sebagai lanjutan edisi e-Wanita yang lalu, yang membahas tentang istri, kami membagikan beberapa artikel yang kami harap dapat membantu Anda melihat masalah sikap dan tindakan seorang istri Kristen terhadap suaminya dari sudut pandang firman Tuhan. Kiranya menjadi berkat.

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia

Shalom,

Seorang wanita Kristen yang mengasihi Allah pasti menyadari bahwa peran seorang istri dalam sebuah keluarga tidak hanya menyenangkan hati sang suami, tapi juga menyenangkan hati Allah. Sehubungan dengan itu, kami mengajak Sahabat Wanita membaca sebuah artikel yang berjudul "Di Mana Pun Berada, Seorang Istri Kristen Berkewajiban Memuliakan Allah". Besar harapan kami, artikel ini semakin menguatkan Sahabat Wanita sekalian, khususnya dalam menjalani tugas dan kewajiban sebagai istri yang takut akan Tuhan.

Selain artikel tersebut, kami juga ingin mengajak Anda mengenal sosok Sara dan meneladani kepribadiannya sebagai seorang istri. Kiranya sajian kali ini tidak hanya menjadi berkat bagi Anda, tapi juga segenap keluarga Anda. Tuhan memberkati.

Pages