Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Melayani Tuhan Dalam Kehidupan Sehari-Hari -- Sudut Pandang Seorang Wanita

"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)

Apakah yang kita maksud dengan kehidupan sehari-hari? Bagi sebagian besar wanita, hal ini berarti pekerjaan-pekerjaan di sekitar rumah, tetapi juga dapat termasuk pergi bekerja di luar rumah dan berada di keluarga besar atau komunitas setempat. Kehidupan sehari-hari adalah gabungan dari tanggung jawab, relasi, dan penggunaan anugerah yang diberikan Tuhan yang berbeda-beda, tergantung tahap kehidupan yang kita jalani. Bagi wanita yang masih lajang, aktivitas bekerja memiliki sifat yang dominan dan cenderung mengambil alih kehidupan seseorang. Bagi wanita yang sudah menikah, rutinitas sehari-hari akan beragam, dan mengusahakan mengerjakan semua hal itu adalah hal yang terpenting di dalam pikiran mereka. Untuk para wanita yang menjadi lajang kembali, baik karena masa pensiun maupun menjadi janda, menurunnya ritme kerja dan kesibukan dapat menimbulkan tekanan-tekanannya tersendiri.

Tetapi bagi kita semua, ada tiga bidang yang dapat kita kerjakan bagi Tuhan:

  1. Kita memiliki tanggung jawab yang dilimpahkan oleh Tuhan kepada kita. Walaupun tanggung jawab itu berbeda-beda antara seorang dengan yang lain, tetapi Kitab Suci dengan jelas membahas mengenai tanggung jawab itu di dalam lingkup pernikahan, tugas sebagai seorang ibu, tanggung jawab terhadap rumah, dan pekerjaan apa pun yang kita lakukan, serta tanggung jawab kita di dalam lingkup keluarga besar sebagai orang tua maupun sebagai nenek.

  2. Kita memiliki hubungan-hubungan dengan orang lain yang harus kita anggap penting, terutama hubungan dengan Allah dan Putra-Nya. Hal itu akan mewarnai segalanya, dan merupakan sesuatu yang akan didorong keluar dalam setiap kesibukan keseharian kita. Kita juga tidak hidup di dalam keterasingan, tetapi bersinggungan dengan orang-orang yang berada di dalam rumah kita, maupun dengan mereka yang ada di dunia luar. Alkitab mengajar kita banyak hal, tentang bagaimana kita harus berhubungan dengan orang lain, melalui perintah untuk mengasihi sesama kita sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

  3. Kita memiliki karunia dari Tuhan yang membuat kita menjadi pribadi yang unik, dan memampukan kita untuk melayani Tuhan melalui berbagai cara. Karunia-karunia itu dapat berupa hal-hal kreatif yang dapat kita kerjakan di dapur, di taman, atau dalam bidang seni, dapat juga berupa sifat ramah, kepedulian, ketangkasan, maupun dalam karunia dalam bidang intelektual. Karunia-karunia tersebut dapat menjadi bagian dari kehidupan kita di rumah, dalam pekerjaan, maupun di waktu senggang kita.

Bagaimana kita dapat melayani Tuhan dalam bidang-bidang ini?

  1. Kita harus menerima, bahwa kita ditempatkan dalam keadaan yang telah direncanakan oleh Tuhan. Hal penerimaan ini kadang-kadang menjadi sangat sulit, ketika kita merasa lelah sehingga memandang bahwa orang lain melakukan hal-hal yang kelihatannya lebih berguna, atau ketika kita merasa kesepian dan merasa tidak berguna lagi bagi Tuhan. Pada saat kita menerima keadaan kita, rasa tertekan yang dapat membuat kita menjadi mudah putus asa itu akan hilang, dan kita akan dapat melihat bahwa Tuhan menginginkan kita untuk melayani Dia di tempat kita berada.

  2. Kita harus menjadi hamba yang baik terhadap tanggung jawab dan karunia yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Kita juga harus menjadi rajin, setia, tetapi juga bijaksana. Kadang kala orang-orang Kristen begitu bersemangat menjadi hamba yang baik, sehingga mereka menjadi perfeksionis, terlalu sibuk, pada saat itulah kebijaksanaan dibutuhkan, untuk menjadi pengimbang. Tidak semua hamba di dalam perumpamaan Yesus diberi sepuluh talenta. Kita tidak boleh berusaha sekuat tenaga untuk meniru orang lain, melainkan mengerjakan bidang pelayanan kita sebaik mungkin di hadapan Tuhan.

  3. Kita harus memiliki karakteristik seorang Kristen, terutama dengan mengingat bahwa buah-buah Roh diberikan kepada kita ketika kita tinggal di dalam Kristus yaitu kasih, perdamaian, kesabaran, kemurahan hati, keramahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, akan tampak dengan jelas bagi komunitas di mana kita menjalani keseharian kita.

    Di dalam seluruh hal inilah kita menjalani bidang-bidang kehidupan kita, berbeda dengan dunia di sekitar kita yang sering kali nilai-nilainya berpusat kepada diri sendiri. Tanggung jawab dan hubungan yang dianugerahkan oleh Tuhan dianggap tidak ada, setiap orang hidup demi diri mereka masing-masing. Hal-hal inilah yang menjadi faktor pendorong mereka: mereka mengejar kebahagiaan, kesehatan, kekayaan, kenikmatan, ketenaran, dan kebebasan dari tekanan. Semua hal itulah yang mewarnai kehidupan mereka.

  4. Kita harus terus-menerus mencari kesempatan untuk mengucapkan sebuah kata-kata yang tepat, mungkin untuk orang-orang di sekitar kita yang merasa bahwa kehidupan mereka tidak seperti yang mereka harapkan, atau jika kita lebih tua, kita dapat memberi semangat kepada orang-orang yang merasa bahwa setiap hari dalam kehidupan mereka adalah sebuah kesengsaraan dan berdoa bagi mereka.

Sebagai wanita Kristen, kita tidak hidup bagi diri kita sendiri, tetapi bagi Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita dan memberikan hidup yang baru, serta memberikan Roh-Nya untuk menolong kita untuk hidup bagi Dia setiap hari. Tidak hanya itu, kita juga menjalani kehidupan kita sebagai anggota tubuh Kristus yang tidak hanya mendukung kehidupan kita, tetapi juga memberi kita konteks yang lebih luas dalam melayani-Nya. Tentu saja masih ada perbuatan Iblis, sifat alamiah kita yang berdosa, dan keadaan di dunia yang berebut untuk mengalihkan perhatian kita dari Tuhan, tetapi tak satu pun dari semua hal itu yang dapat melampaui anugerah Allah di dalam kita untuk hidup bagi Dia setiap hari. (t\Yudo)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Grace Magazine
Alamat URL : http://www.gracemagazine.org.uk/articles/devotional/serving.htm
Judul asli artikel : Serving God in everyday life ­- a woman’s perspective
Penulis : Rosemary Eccles
Tanggal Akses : 9 Sept 2011
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar