Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Loading

Mendidik Anak

  1. Keadaan Anak-Anak Zaman Ini
    1. Kenyataan di masyarakat:
      • Pemberontakan, anarkisme, kerusuhan
      • Komunikasi yang terputus dengan orang tua
      • Perkelahian antar pelajar, demonstrasi
      • Obat-obatan dan seks/video porno
    2. Nubuatan firman Tuhan:
  2. Penyebab Kerusakan Anak
    • Maleakhi 4:5-6: Hati orang tua tidak pada anaknya lagi.
    • Hakim-Hakim 11:1-3: Penolakan dari saudara dan orang tua ... terlibat perampokan dan lingkungan (Yefta).
    • 2 Samuel 13-17: Absalom menjadi pemberontak karena kekecewaan, karena ketidakadilan, dan sikap tidak tegas ayahnya.
    • Kejadian 37:2-4: Pilih kasih orang tua:
      • Yusuf menjadi sombong dan suka menjelekkan saudaranya untuk mencari pujian orang tua.
      • Saudaranya menjadi jahat dan benci kepada Yusuf.
    • 1 Samuel 7:15-17: Kesibukan orang tua, tidak ada waktu.
    • 1 Samuel 8:1-3: Anak, mereka hidup menurut jalannya sendiri-sendiri.
    • 1 Samuel 2:12, 29: Memanjakan, tidak menghajar, tidak mendidik, dan tidak memberikan teladan (Eli sendiri menggemukkan diri).
    • Ayub 39:16-20: Mendidik terlalu keras dan tidak dengan hikmat Allah.
  3. Check list perincian details/tambahan sumber kepahitan dan penolakan
    1. Tidak Adil: dalam menegor, dalam menghukum, dalam membelikan mainan, baju, sepatu, dalam memberi tugas-tugas rumah. Tidak konsisten dalam aturan dan hukuman di rumah.
    2. Tidak ada waktu untuk memuji anak, untuk memperhatikan hasil karyanya, bakatnya, penampilan anak, untuk mendengarkan anak, untuk bermain/bersama dengan anak, untuk mengatakan "aku sayang kamu", untuk mengucapkan "terima kasih", untuk menjamah, memeluk anak (tetapi orang tua selalu ada waktu untuk pekerjaan, "pelayanan", hobi, surat kabar dan majalah, tv, dll.).
    3. Tidak menghargai anak sebagai pribadi
      1. Ingkar janji
      2. Lebih menjaga nama/martabat daripada mengasihi pribadi anak.
      3. Berkata "tidak" kepada anak tanpa memberi alasan, selalu berkata "pokoknya".
      4. Memuji/membanding-bandingkan dengan anak lain dengan berlebihan.
      5. Menganggap dan memperlakukan anak sebagai "anak kecil" terus.
      6. Menganggap lucu fisik dan penampilan anak.
  4. Etika
    1. Menegor di depan orang lain/mempermalukan membentak, menghukum ketika anak sudah terhukum dengan rasa salahnya.
    2. Tidak menghargai usul, pendapat anak.
    3. Mengungkit kesalahan yang dulu untuk memojokkan kesalahan saat ini.
    4. Menjelekkan istri/suami kepada anak.
  5. Cara Penanganan
    1. Pencegahan
    2. Mendidik di dalam Tuhan. Mendidik melibatkan 3 unsur, yaitu: aturan, hukuman, hadiah.

      1. Aturan: mendidik anak supaya tahu aturan, sopan santun, apa yang baik dan yang tidak baik, norma (Amsal 1:8, Ulangan 11:18-21, Ulangan 4:9, Efesus 6:4)
      2. Hukuman: menanamkan dengan lebih kuat suatu aturan dan mendidik anak untuk punya rasa tanggung jawab, jiwa satria (Amsal 13:24, Amsal 15:10, dan Amsal 19:8).
      3. Hadiah: membalut hati yang luka, dengan kasih menanamkan aturan dengan kesan untuk kebaikan, memotivasi untuk mendapatkan apresiasi diri/pengakuan/penerimaan (Kolose 3:21)
    3. Penyelamatan
      1. Pemulihan hubungan
        1. Hakim-Hakim 11:5, 11, 29: ...tua-tua menjemput Yefta (Roma 12:18)
        2. Lukas 9:48: ... menyambut anak sebagai pribadi Pertobatan dan Pelepasan (pada kasus khusus anak harus dilayani (Markus 10:13-16))
      2. Penggembalaan Teladan
        1. Yohanes 10:1-5, 11-15: suara kita didengar, ada wibawa, "mengenal" domba-domba sesuai namanya, menuntun, berjalan di depan/teladan, dan rela berkorban bagi domba-dombanya.
        2. Ulangan 11:18-21: orang tua harus memberi makan rohani terus menerus (orang tua harus menjadi imam bagi anaknya).
  6. Penutup
  7. Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus (dan kita) "Apa engkau mengasihi Aku?", dan jika kita menjawab "Ya, Tuhan...", Tuhan berkata "Gembalakanlah domba-dombaKu" (termasuk anak-anak kita). Tuhan berkata lagi dalam nats yang lain, "Kasihilah sesamamu (dan anak-anak kita) seperti Aku mengasihi kamu", dan juga perintah-Nya "Kasihilah sesamamu manusia (juga anak anak kita) seperti kamu mengasihi dirimu sendiri".

    (Dikutip dari: Diktat Manajemen, IKI)

Diambil dari:

Judul buletin : Gema Kalvari, Edisi 67, Mei -- Juni 2006
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Lembaga Pelayanan Terpadu "GEMA KALVARI", Salatiga
Halaman : 33 -- 36

Komentar


GUBUK

Gudang Buku Kristen

  • Wanita Pilihan Allah
  • A Woman and Her God
  • Wanita Unik
  • Perjalanan Hidup Wanita Menuju Hati Allah Woman After God's Own Heart What Happens When Woman Pray Disciplines of the Beautiful Women