Natal yang Sesungguhnya - Berfokus pada makna Natal yang sesungguhnya.

Pada malam Halloween tahun ini, saya dengan cepat berhenti di sebuah toko kelontong di mana saya tersandung dengan petugas toko yang sibuk menarik permen dari rak. Itu baru jam 6 sore, tetapi mereka menganggap kerumunan trik-or-treat (slogan yang diucapkan pada saat halloween, ketika anak-anak berkunjung ke rumah- rumah untuk mendapatkan permen atau coklat -Red.) telah membeli semua barang-barang yang mereka butuhkan.

Apa yang menciptakan seperti sebuah kilasan yang tak terlupakan dalam pikiran saya adalah bahwa kesenangan di hari Halloween segera menggantikan permen Natal. Mayat Halloween bahkan belum lagi menjadi dingin, tetapi semangat palsu Natal - komersialisme kasar - sudah mengambil alih lorong ritel Amerika.

Setiap tahun tampaknya kepanikan kita untuk melalui masa-masa Natal menjadi lebih awal dari sebelumnya, mendorong kita untuk bekerja lebih keras, cepat terburu-buru, dan menghabiskan lebih banyak untuk menjadikan masa-masa Natal menjadi seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelum Anda bergabung dengan keterburu-buruan itu, akan lebih bijaksana untuk mempertimbangkan pertanyaan ini: Dalam tahun-tahun mendatang, berapa banyak usaha Anda akan dihargai, atau diingat, oleh keluarga dan teman-teman? Berapa banyak hadiah dan pesta Natal tahun lalu yang Anda ingat? Mungkin tidak banyak.

Secara intuitif kita tahu bahwa kunci untuk memiliki "Natal terbaik yang pernah terjadi" bukanlah dengan cara membeli atau mendekorasi dengan lebih lagi, tetapi berfokus pada apa yang paling penting. Makna sebenarnya dari Natal ditemukan ketika kita berhenti sejenak untuk merayakan kasih Allah bagi kita dan mengekspresikan kasih itu satu dengan yang lain.

Setelah berbicara dengan ratusan orang, saya telah menyimpulkan bahwa kebanyakan dari kita akan senang dengan perayaan natal yang sederhana dan lebih bermakna. Masalahnya adalah bahwa kita tidak tahu bagaimana caranya. Kita tidak tahu bagaimana cara untuk melepaskan diri dari kebiasaan berbelanja, membungkus, mendekorasi, memasak, berpesta, membersihkan, dan membalas memberikan hadiah. Harapannya begitu tinggi. Tidaklah mengherankan jika khususnya para ibu sering diam-diam takut dengan kegiatan di bulan Desember.

Apakah ada alternatif lainnya dari musim yang penuh dengan kelelahan itu? Ya! Anda dapat merencanakan tujuan yang mendorong Natal, sesuatu yang menyederhanakan jadwal Anda pada lima tujuan utama: persekutuan yang berarti, pertumbuhan pribadi, membantu pelayanan, ibadah yang menyenangkan, dan berbagi keceriaan. Dengan berfokus pada lima hal ini, Anda akan mengurangi stres, meningkatkan sukacita, dan mengalami liburan dengan cara yang jauh lebih signifikan. Hal itu juga akan secara lebih baik mempersiapkan Anda untuk menghadapi Tahun Baru.

Sempatkanlah Waktu untuk Persekutuan yang Bermakna

Pada saat Natal, kita biasanya menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, teman, dan rekan kerja dibanding waktu-waktu lainnya di sepanjang tahun. Pesta, berbagai acara, dan makan malam yang berlimpah. Sangat mudah untuk memenuhi jadwal Anda. Pada satu malam pada Desember tahun lalu, saya diundang untuk menghadiri tiga pesta.

Sayangnya, sebagian besar percakapan di pertemuan-pertemuan semacam itu terjadi pada tingkat yang sangat dangkal. Banyak gosip akan beredar, dan kemudian kita pulang - tidak ada yang lebih baik.

Persekutuan nyata terjadi ketika ada hati ke hati yang berbagi. Agar persekutuan terjadi kita harus membuka diri dan mengungkapkan diri satu sama lain, berbicara tentang apa yang paling kita sayangi/sukai. Ketika persekutuan nyata terjadi, keluarga dan teman-teman bertumbuh lebih dekat satu sama lain. Namun, itu tidak terjadi secara otomatis. Hal ini terjadi ketika kita sengaja mengajukan pertanyaan bermakna, dan kemudian mengambil waktu untuk mendengarkan satu sama lain.

Tahun ini, ketika Anda merencanakan kebersamaan Anda dengan keluarga dan teman-teman, saya mendorong Anda untuk menyisihkan waktu "persekutuan" saat semua orang bisa duduk dalam lingkaran dan secara bergantian dapat benar-benar mendengarkan satu sama lain. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini: Apa yang paling membuat Anda bersyukur dalam satu tahun terakhir ini? Apa yang telah Anda pelajari dari tahun lalu? Bagaimana Anda ingin bertumbuh tahun depan?

Jika Anda meluangkan waktu untuk melakukan persekutuan yang sejati dengan keluarga dan teman-teman, saya menjamin bahwa semua orang akan mengingatnya jauh lebih lama daripada jika Anda hanya bersosialisasi dengan mereka.

Jadikan Natal sebagai Waktu untuk Pertumbuhan Pribadi

Dalam film-film, mudik pada saat Natal biasanya sering kali digambarkan bahagia ketika semua orang bisa bergaul, mencintai satu sama lain, dan merayakan Natal dalam harmoni yang sempurna. Namun kenyataannya, sering kali sangat berbeda. Banyak orang menjadi takut dengan pertemuan keluarga tahunan mereka karena mengingatkan mereka tentang sakit hati yang belum tersembuhkan, konflik yang belum diselesaikan, kenangan yang menyakitkan, dan hubungan yang tidak nyaman. Karena semua keluarga itu terdiri dari orang-orang yang tidak sempurna, kita menyakiti satu sama lain - kadang-kadang secara sengaja dan kadang-kadang tidak.

Ketika kita gagal untuk memaafkan satu sama lain, keluarga setiap tahun dapat merayakan Natal dengan ketegangan mendasar yang mencegah mereka untuk sepenuhnya menikmati suasana Natal. Dalam tujuan yang mendorong Natal, Anda menggunakan acara tersebut sebagai kesempatan untuk rekonsiliasi, seperti yang Tuhan inginkan. Pada Natal pertama, para malaikat mengumumkan, "damai di bumi, di antara manusia yang berkenan di hadapan-Nya." Dengan kata lain, Natal adalah waktu untuk rekonsiliasi, untuk memaafkan, dan untuk memulihkan hubungan yang rusak. Yesus datang untuk memulihkan hubungan kita yang rusak dengan Tuhan dan dengan yang lain. Itu sebabnya, bagi kita, tujuan Natal adalah untuk membuat /menciptakan perdamaian, yang membutuhkan keberanian, kesabaran, keterbukaan, inisiatif, dan kematangan.

Siapa yang perlu Anda maafkan pada Natal kali ini? Siapa yang membutuhkan permintaan maaf dari Anda? Kebencian selalu menyakiti Anda lebih dari orang yang Anda benci karena kepahitan membuat Anda terjebak secara emosional di masa lalu. Lepaskan rasa sakit itu dan ingatlah ini: Karunia yang paling berharga dan signifikan yang dapat Anda berikan kepada orang-orang pada Natal kali ini adalah pengampunan Anda, karena itu akan memungkinkan Anda untuk bertumbuh.

Jadikan sebagai Waktu untuk Melayani

Semua orang mengetahui bahwa semangat Natal adalah memberi. Namun, hadiah terbaik seringnya adalah sesuatu yang tidak bisa Anda bungkus di kertas. Hal-hal itu adalah karunia pelayanan - di mana kita menawarkan waktu kita, bakat kita, relasi kita, ide-ide kita, atau energi kita untuk melayani mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari, saya mendorong Anda untuk melakukan tindakan sederhana dalam melakukan kebaikan selama masa Natal ini. Akhir tahun adalah waktu yang sibuk, dan semua orang bisa menggunakan tangan yang membantu di beberapa titik. Itu mungkin dalam menjalankan tugas, mengambilkan sebuah paket, menawarkan untuk mengasuh, meminjamkan beberapa dekorasi, membuat panggilan telepon untuk gereja Anda, atau memberi makanan untuk seseorang tunawisma.

Jadikan sebagai Waktu untuk menjalani Ibadah yang penuh dengan sukacita

Kata-kata kita yang paling terkait dengan Natal adalah istilah-istilah ibadah: Bersukacitalah! Rayakan! Sukacita! Memuji! Bersyukur! Damai di bumi! Tentu saja Anda ingin membuat waktu untuk ibadah ketika Anda bersyukur kepada Tuhan untuk hadiah Natal-Nya kepada Anda: Dia mengirim seorang Juru Selamat.

Anda dapat menyembah Allah dalam kegiatan sehari-hari Anda. Anda dapat melakukan hal itu dengan melakukan kegiatan-kegiatan dimana seolah-olah Anda melakukannya untuk Allah dan terus membawanya dalam percakapan yang terus-menerus dengan-Nya saat Anda melakukannya. Dan, dengan lagu-lagu Natal yang diperdengarkan di mana-mana - di pusat perbelanjaan, kantor dokter, dan elevator - Anda dapat menyembah hampir di mana pun jika Anda mengizinkan kata-kata dari lagu-lagu tersebut untuk meresap dalam pikiran Anda: "Sembah dan puji Dia, Kristus Tuhan."

Jadikan Sebagai Waktu untuk Berbagi Keceriaan

Selama musim Natal, Anda akan menemukan bahwa orang lebih terbuka untuk mendiskusikan isu-isu spiritual dibanding waktu-waktu lainnya di sepanjang tahun. Jadi, bagikanlah pesan-pesan tersebut pada keluarga dan teman-teman. Jangkaulah dinding luar gereja Anda. Ini adalah berita terbaik yang pernah didengar oleh mereka! (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Just Between Us
Alamat URL : http://www.justbetweenus.org/pages/page.asp?page_id=92477
Judul artikel : The True Meaning of Christmas
Penulis artikel : Rick Warren
Tanggal akses : 13 April 2016
Kategori Tips: 
Tipe Bahan: