Tuhan Melawat Umat-Nya

Ditulis oleh: Amidya

Pernahkah kita mengalami masalah yang besar dan kita merasa kesesakan di dalamnya? Hidup menjadi penuh beban dan seakan-akan tidak ada pertolongan yang datang? Pada saat itulah, kita akan berteriak kepada Tuhan dan mengharapkan lawatan-Nya atas hidup kita.

Peristiwa serupa pernah dirasakan oleh bangsa Israel. Mereka berteriak-teriak kepada Tuhan dan menanti-nantikan lawatan Tuhan, tetapi seakan-akan Tuhan tidak mengindahkan permohonan mereka. Saat mereka menjadi budak di tanah Mesir, selama 400 tahun mereka memohon pertolongan, tetapi pertolongan barulah Tuhan berikan pada masanya Musa. Ketika mereka dibuang ke Babel selama 75 tahun, mereka juga berseru kepada Tuhan dan mengharapkan pertolongan dari Tuhan. Pun demikian saat mereka berteriak mengingatkan datangnya Juru Selamat, Tuhan tidak segera menjawab. Tuhan menjawab bertahun-tahun kemudian, saat Yesus lahir.

Sebagai umat percaya, janganlah kita putus asa saat seakan-akan tidak ada jawaban dan pertolongan dari Tuhan. Dengan iman, kita bisa berdoa, berdoa dan terus berdoa. Allah akan melawat kita dengan penuh belas kasihan. Ia melawat seperti seorang sahabat, untuk mencari tahu apa yang menjadi masalah mereka. Ia melawat umat-Nya ketika dalam perbudakan, dalam kelaparan, dan dalam berbagai kondisi. "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya." (Lukas 1:68)

ORANG YANG MENANTIKAN TUHAN AKAN MENDAPAT BELAS KASIHAN-NYA

Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar