Tujuh Langkah untuk Menggunakan Teknologi bagi Kemuliaan Allah

Tidak ada orang tua yang ingin memberikan anaknya akses Internet yang bebas sama sekali. Akan tetapi, bagaimana pun juga tidaklah realistis atau bijaksana untuk melarang akses ke apapun. Lalu, bagaimana kita merencanakan jalan yang menghindari dua ekstrim ini namun memaksimalkan keamanan moral dan rohani mereka?

1. Mendidik.

Pertama, mendidik diri sendiri. Menyembunyikan kepala di pasir, yaitu gaya dari burung unta, bukan merupakan pilihan bagi orang Kristen yang serius. Anda harus mengenal Internet dan mulai belajar. Mulailah dengan website yang mencakup teknologi pada tingkat populer. Salah satu yang terbaik adalah www.getnetwise.org. Situs itu memiliki artikel yang menyoroti situs yang baik dengan saran tentang bagaimana untuk menghindari situs berbahaya. Mereka akan mencakup hal-hal seperti phishing, scam, virus, firewall, perangkat lunak filter dan situs-blocking.

Kedua, didiklah anak-anak Anda. Jelaskan bahwa Internet adalah seperti hutan. Internet memiliki banyak bahaya tersembunyi yang kita harus belajar bagaimana untuk menghindarinya, atau bagaimana untuk melarikan diri jika kita tersandung karena mereka. Kita ingin menjelajahi dunia baru yang menarik, tetapi kita ingin kembali tanpa cedera. Jika anak-anak Anda memahami beberapa bahaya dan konsekuensinya maka mereka akan lebih bersedia untuk menerima batas-batas dan kontrol.

2. Pagar.

Pagar pertama yang kita harus tegakkan adalah perangkat lunak anti-virus. Saya heran melihat betapa banyak orang masih mempertaruhkan komputer mereka dengan tidak memasang software ini. Sebagian besar layanan dibayar dengan biaya 50-100 dollar per tahun. Jika Anda diberitahu bahwa Anda pasti akan mendapatkan virus yang merusak di dalam tubuh Anda kecuali Anda mengambil obat secara gratis, atau yang biayanya 1 dollar per minggu, apa yang akan Anda lakukan?

Kedua, Anda juga harus menginstal firewall, terutama untuk keamanan. Software anti-virus menghentikan orang-orang jahat mendapatkan hal-hal yang jahat ke dalam mesin Anda. Firewall menghentikan orang-orang jahat mendapatkan informasi pribadi Anda dari mesin Anda. Dan dengan kedua anti-virus dan firewall, Anda harus terus memperbarui mereka.

Ketiga, tetapkan beberapa batas waktu. Internet dan teknologi lainnya dapat menjadi sangat adiktif, dan melahap berjam-jam waktu kita. Batasi frekuensi dan lamanya penggunaan teknologi. Sekali lagi, Anda bisa mendapatkan software untuk mengukur ini dan menghentikan perangkat setelah periode waktu tertentu. Atau Anda dapat menggunakan password Administrator untuk memastikan bahwa tidak ada yang dapat mengakses Internet atau menggunakan komputer tanpa Anda sign in.

Keempat, tetapkan beberapa batasan situs. Ketika mulai dengan anak-anak Anda, Anda mungkin harus mulai dengan satu situs anak yang aman dan hanya memungkinkan mereka untuk mengklik dan surfing di situs tersebut. Jika mereka terbukti dapat dipercaya dan diandalkan, maka Anda dapat menambahkan yang lain. Anda dapat memeriksa aktivitas browsing mereka dengan menggunakan catatan sejarah browser.

Kelima, batasi jumlah informasi pribadi yang anak-anak Anda diizinkan untuk membocorkannya. Saya akan menyarankan Anda untuk menetapkan aturan ketat bahwa mereka tidak boleh menggunakan nama asli mereka, dan tentu saja alamat asli mereka atau nomor telepon. Alamat email mereka hanya harus diberikan kepada mereka yang Anda setujui.

Keenam, atur batasan-batasan untuk apa yang dapat diunggah. Jangan biarkan mereka untuk mengunggah apa pun tanpa izin sebelumnya.

3. Menjadi mentor.

Setelah mendidik diri sendiri dan anak-anak Anda, dan setelah menyiapkan beberapa batasan dan pagar, tahap selanjutnya adalah menjadi mentor mereka saat mereka menggunakan Internet. Tidak cukup mengajari mereka beberapa aturan, dan kemudian meinggalkan mereka. Anda harus duduk dengan mereka dan surfing (berkeliling dalam situs - Red.) dengan mereka. Membimbing mereka saat mereka bekerja dalam batasan-batasan. Tanyakan kepada mereka mengapa mereka mengklik ini dan tidak itu. Soroti dan berikan pujian untuk penggunaan yang baik, tetapi jauhkan mereka dari apa yang berbahaya.

4. Mengawasi.

Anda tidak dapat menjadi mentor mereka selamanya. Jadi, ketika Anda merasa mereka siap, Anda dapat mulai untuk mengawasi dari sedikit kejauhan. Ini bukan waktu untuk menyerahkan segalanya dan mempercayai mereka. Banyak orang tua melakukan hal itu. 84% dari orang tua bergantung pada kesepakatan verbal untuk memastikan anak-anak mereka berselancar dengan aman. Menurut saya itu sama sekali tidak bijaksana atau bertanggung jawab. Kita perlu melangkah mundur sedikit tapi masih mengawasi.

Tingkat pertama dari pengawasan fisik. Sederhananya, semua layar (TV, komputer, laptop, ipad, telepon, dll) harus terlihat oleh orang lain di rumah. Anda bisa meletakkan komputer Anda semua di satu tempat yang cukup terbuka.

Tingkat kedua dari pengawasan adalah digital. Ada banyak program perangkat lunak yang menawarkan berbagai cara untuk mengawasi anak-anak kita. Beberapa bertindak seperti filter, menghentikan mereka mengakses halaman web yang mengandung kata-kata pemicu tertentu seperti "sex," "kasino," dll. Yang lain akan memblokir situs-situs dengan kategori tertentu yang Anda dapat tentukan. Anda juga dapat menyebutkan situs tertentu yang tidak ingin diakses. Anda mungkin ingin memblokir layanan Instant Messaging atau chatting. Program lainnya akan memantau penggunaan dan mengirim laporan rinci kepada Anda baik secara langsung atau mingguan.

Saat anak-anak Anda tumbuh lebih besar Anda mungkin dapat mengurangi tingkat pengawasan fisik dan lebih mengandalkan pengawasan digital. Namun, jangan mengandalkan pengawasan digital saja. Hal ini bukannya sangat mudah dan aman dan anak-anak tech-savvy (tahu banyak tentang teknologi modern, terutama komputer - Red.) kadang-kadang dapat menemukan cara untuk mengambil jalan memutar.

5. Ulasan.

Adalah sangat menggoda untuk sampai ke titik ini, dan kemudian menyerahkan semuanya kepada perangkat lunak untuk melakukan tugasnya. Namun, saya pikir adalah penting untuk menjaga komunikasi berjalan. Duduklah dengan anak-anak Anda dan bertanyalah kepada mereka tentang pengalaman daring mereka. Tanpa ancaman terhadap reaksi, tanyakan apakah mereka memiliki sesuatu yang mereka ingin ceritakan kepada Anda. Adakah situs bagus yang mereka akan rekomendasikan? Adakah website yang membuat mereka khawatir? Apakah mereka membuat kesalahan? Mungkin duduk melihat laporan Akuntabilitas Internet dan membicarakannya dengan mereka. Dorong mereka jika mereka mendapatkan peringkat yang baik, dan berbicara dengan mereka tentang apa yang mungkin menyebabkan alarm berdering. Biarkan mereka tahu bahwa Anda masih terlibat dan peduli.

6. Kepercayaan.

Program pelatihan langkah-demi-langkah ini mengasumsikan bahwa saat Anda maju, Anda semakin jarang melakukan langkah-langkah sebelumnya. Saat anak-anak kita bertambah besar, dan mudah-mudahan lebih matang dan dapat dipercaya, kita bisa melangkah mundur lagi, dan membiarkan mereka menjadi filter dan blocker mereka sendiri. Kita sedang mempersiapkan mereka untuk "meninggalkan ayah dan ibunya" dan "bersatu dengan istrinya/suaminya." Namun, saya percaya bahwa kita semua harus memiliki mitra akuntabilitas untuk penggunaan teknologi kita. Jadi Anda harus sangat menyarankan mereka untuk menggunakan Akuntabilitas Software dan memiliki laporan yang dikirim kepada suami atau istri mereka di masa depan, atau Pastor mereka, atau teman Kristen yang kuat.

7. Menjadi contoh.

Mungkin yang paling kuat dari semua langkah adalah menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang saleh. Tunjukkan dan juga beritahu. Dengan contoh Anda menunjukkan kepada mereka manajemen waktu yang baik. Tunjukkan bahwa Anda juga bertanggung jawab kepada suami atau istri, melalui pengawasan fisik dan digital.

Hati baru untuk teknologi baru

Namun, akhirnya, kita harus berdoa agar anak-anak kita memiliki hati yang baru untuk menghadapi teknologi baru dengan benar. Anak-anak kita dilahirkan dengan hati yang sudah rusak. Oleh karena itu mereka akan mencintai kegelapan daripada terang. Mereka akan tertarik ke sisi gelap dari internet. Jadi kita harus berdoa bagi mereka untuk dilahirkan kembali. Kita harus berdoa agar Tuhan akan menggantikan cinta kegelapan dengan cinta untuk terang.

Hanya dengan itu kemudian mereka akan berpaling dari komunikasi yang jahat, yang merusak kebiasaan yang baik. Hanya dengan itu kemudian mereka akan ingin untuk berpikir tentang apapun yang baik, benar dan untuk laporan yang baik. Kita bisa melatih, mengatur, mengarahkan, dll, tetapi di atas semuanya, kita harus berdoa agar anak-anak kita pada akhirnya akan hidup dan mematuhi bukan karena takut hukum tetapi karena kasih kepada Kristus.

Kemudian mereka akan berdoa lebih banyak daripada membuka Twitter. Mereka akan mencari wajah Kristus dalam kitab buku, dan mengisi ruang mereka dengan Dia yang mengisi semua ruang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan Tujuh Langkah ini Anda dapat melihat God’s Technology DVD and Study Guide.(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity
Alamat URL : http://www.christianity.com/christian-life/discipleship/7-steps-to-using...
Judul asli artikel : 7 Steps to Using Technology for God’s Glory
Penulis artikel : David Murray
Tanggal akses : 27 September 2016