Dorkas

Diringkas oleh: S. Setyawati

Kisah tentang Dorkas dapat dibaca dalam Kisah Para Rasul 9:36-42. Dorkas bukan seorang perempuan yang luar biasa. Satu-satunya keterampilan yang dimilikinya adalah menjahit. Tidak banyak orang yang menghargai kemampuannya dalam hal menjahit karena menurut anggapan umum, kemampuan menjahit memang sudah sewajarnya dimiliki oleh seorang wanita. Oleh karena itu, mudah bagi Dorkas untuk berpikir, "Aku bukan nabiah seperti Miryam dan aku tidak dapat memerintah sebuah negara seperti Debora. Aku bukan seorang perempuan yang akan memegang peranan besar dalam sejarah negaraku. Aku tidak tergolong perempuan yang mempunyai karunia."

Namun, ada satu hal yang membuat Dorkas melebihi semua perempuan lain yang disebutkan dalam Alkitab. Hanya Dorkas yang disebut murid, pengikut Yesus. Inilah yang membuat beda dan menimbulkan dampak besar. Dorkas membuka hatinya bagi Yesus, lalu mengikut Dia. Dorkas menerima Yesus menjadi Juru Selamat dan Tuhannya. Ciri khas yang menonjol dan yang patut dicontoh dari Dorkas adalah ia mewujudkan imannya dalam bentuk pelayanan yang total. Imannya dibuktikan dengan mengembangkan kemampuan/talenta yang dimilikinya sebaik mungkin untuk menjadi berkat bagi sesama. Benar! Dorkas menjahit baju untuk para janda yang miskin.

Di kota Yope, ada banyak janda yang kehilangan suaminya yang mati karena perahu mereka karam dan tenggelam. Para janda itu pun tidak memiliki pekerjaan untuk mempertahankan hidupnya. Sementara pada saat itu belum ada jaminan sosial dan tidak banyak orang yang tergerak untuk ambil bagian dalam memelihara para janda. Sebagai murid Yesus, Dorkas tahu apa yang menyenangkan Tuhannya -- memelihara kelompok orang yang diperhatikan Tuhan secara istimewa. Oleh karena itu, ia tidak melakukan pekerjaannya dengan setengah hati. Ia melakukannya dengan tujuan yang pasti dan berdasarkan kasihnya kepada Allah. Ketika Yesus masuk ke dalam hatinya, Dorkas telah menjadi seorang yang bebas dan merdeka, dan ia bekerja berdasarkan kemerdekaan itu.

Dalam Alkitab memang tidak disebutkan apakah Dorkas menikah dan memiliki anak. Namun, kita dapat menduga bahwa Dorkas tidak merasa rendah diri dan frustrasi. Ia tidak mempunyai keinginan untuk berlomba atau bersaing dengan perempuan-perempuan yang menikah supaya dipandang penting. Ia tidak merasa iri terhadap para ibu yang mempunyai anak-anak. Ia telah menjadi perempuan yang puas dengan hidup dan pekerjaannya.

Suatu hari, Dorkas jatuh sakit dan meninggal. Hal ini membuat banyak orang yang tinggal di dekatnya benar-benar merasa sangat kehilangan. Mereka begitu bersedih dan menangis. Akan tetapi, mereka juga tidak hanya berdiam diri. Ketika mereka mendengar Petrus dan Yohanes sedang melayani di Lida, yang tidak jauh dari tempat tinggal Dorkas, mereka meminta Petrus untuk datang ke rumah Dorkas dan menghidupkannya kembali dengan kuasa Allah. Ketika Petrus datang, mereka memperlihatkan kepada Petrus pakaian-pakaian yang dibuat Dorkas bagi mereka. Mereka begitu bersyukur dan merasakan kasih Dorkas yang besar bagi mereka. Setelah Petrus menyuruh semua orang itu keluar, ia berdoa kepada Allah dan Allah membuat Dorkas hidup kembali.

Alkitab mencatat ada tujuh orang yang dibangkitkan dari kematian. Dorkas adalah satu-satunya perempuan dewasa di antara ketujuh orang itu. Berita kebangkitan Dorkas menyebar ke seluruh kota Yope. Sejak itu, orang-orang semakin menghormati Allah dan ingin sekali memercayai-Nya.

Jika dalam Perjanjian Lama, Allah menanyai Musa tentang apa yang ada di tangannya dan Musa menjawab, "Tongkat", mungkin, ketika Tuhan bertanya kepada Dorkas, "Apakah yang ada di tanganmu?" Dorkas akan menjawab, "Jarum dan benang, Tuhan." Maka, Allah pasti akan menunjukkan kepadanya bahwa benda-benda itu adalah alat-alat yang dipakai untuk melayani Dia.

Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Dorkas membantu penyebaran Injil. Ia juga melakukan gerakan yang meluas ke luar tembok kota dan batas negerinya. Secara tidak langsung, ia telah menjadi seorang penginjil besar. Jumlah perempuan yang terpengaruh oleh kehidupan Dorkas benar-benar sangat banyak. Teladan yang baik sekali sudah diberikan Dorkas dan hal itu tidak dapat dilenyapkan.

Diringkas dari:

Judul asli buku : Manninne, Vrouwen in de Bijbel
Judul buku terjemahan : Ia Dinamai Perempuan
Judul bab : Dorkas, Seorang Perempuan yang Mengasihi Allah
Penulis : Gien Karssen
Penerjemah : Dra. Margaret D. Gunawan
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung 2008
Halaman : 239 -- 246
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar