Tokoh Wanita

Anak sulung dari pendeta Inggris ternama, Rev. Lyman Beecher, yang bernama Catharine Beecher, membaktikan hidupnya untuk memampukan para perempuan agar lebih kompeten dan senang dalam peran mereka sebagai pemelihara dan pengurus rumah. Melalui tulisannya yang sudah diterbitkan, seperti buku-buku memasak, buku teks, buku-buku nasihat, selebaran, artikel koran, dan esai, serta melalui pembelaannya yang gencar, dia berusaha mempersiapkan wanita dengan petunjuk untuk mengurus rumah tangga mereka dan membesarkan anak-anak mereka.

Orang yang pertama kali diberi pesan adalah seorang wanita. Ia diberi pesan supaya pergi kepada para pria untuk menceritakan kesaksiannya dan juga untuk menyampaikan firman-Nya. Saya tahu ada beberapa orang yang akan menggambar sebuah garis dan berkata, "Saya dapat memberi kesaksian, tetapi saya tidak dapat memberitakan Kitab Suci." Akan tetapi, Yesus tidak membuat pembedaan. Ia memberikan dua pesan kepada Maria Magdalena: untuk menceritakan kesaksiannya dan untuk memberitahukan firman Allah.

Di dalam Kitab Injil kita membaca bagaimana Maria Magdalena pergi hendak mengurapi tubuh Yesus dengan rempah-rempah. Saat itu masih dinihari sebelum fajar. Maria sudah pergi ke tempat kubur lebih dini, dimana Yusuf dan Nikodemus membaringkan mayat Yesus di dalamnya. Ia heran, karena batu sudah terguling dari pintu, dan Yesus hilang. Kebingungan, ia lari menuju Simon Petrus dan Yohanes dan memberitahukannya. Memang benar: yang tersisa dalam kubur hanya kain linen yang membungkus tubuh Yesus. Mayat Yesus sudah tidak ada.

Mana mungkin ada lembaga pengabar Injil luar negeri yang saat ini tidak melibatkan usaha-usaha kaum wanita yang tidak kenal lelah -- wanita-wanita yang didorong dan yang pekerjaannya dikoordinasi oleh pekerja-pekerja energik seperti Lucy Peabody, Hellen Barrett Montgomery, dan banyak lagi lainnya, yang kisahnya diceritakan dalam artikel ini.

Kisah Maria ditemukan pada Perjanjian Baru dan berbagai catatan Apokrif (kitab Yahudi dan Kristen purba yang tidak termasuk dalam daftar kanon – Red), tetapi masih banyak rincian hidupnya yang masih samar-samar. Sebagai seorang gadis Yahudi yang saleh yang merupakan putri dari Hana dan Yoakhim, Maria (atau Mariam dalam Bahasa Yahudi-Aram) menghabiskan masa kecilnya di Bait Allah (tertutup kemungkinan, karena Bait Allah adalah benteng laki-laki pada saat-saat patriarkal tepat sebelum periode awal Kekristenan).

Diringkas oleh: S. Setyawati

Kisah tentang Dorkas dapat dibaca dalam Kisah Para Rasul 9:36-42. Dorkas bukan seorang perempuan yang luar biasa. Satu-satunya keterampilan yang dimilikinya adalah menjahit. Tidak banyak orang yang menghargai kemampuannya dalam hal menjahit karena menurut anggapan umum, kemampuan menjahit memang sudah sewajarnya dimiliki oleh seorang wanita. Oleh karena itu, mudah bagi Dorkas untuk berpikir, "Aku bukan nabiah seperti Miryam dan aku tidak dapat memerintah sebuah negara seperti Debora. Aku bukan seorang perempuan yang akan memegang peranan besar dalam sejarah negaraku. Aku tidak tergolong perempuan yang mempunyai karunia."

Disadur oleh: S. Setyawati

Tokoh wanita dalam Perjanjian Lama ada banyak, salah satunya adalah Naomi. Siapakah Naomi? Naomi adalah istri Elimelekh. Nama Naomi memiliki arti "kesukaanku, manis, dan menyelenggarakan". Ia memiliki dua anak laki-laki yang bernama Mahlon dan Kilyon (Rut 1:2). Dari kedua putranya itu, ia mendapatkan menantu Orpa dan Rut (Rut 1:4-5).

Ditulis oleh: S. Setyawati

Yokhebed adalah salah satu tokoh wanita yang ada dalam Alkitab. Ia adalah putri Lewi, yang menikah dengan keponakannya, Amram. Dialah yang melahirkan Miryam, Harun, dan Musa (Keluaran 6:19; Bilangan 26:59). Ketika Yokhebed melahirkan Musa, keadaan di negerinya sedang tidak aman. Firaun, Raja Mesir, khawatir bahwa jumlah Bangsa Ibrani akan lebih banyak daripada jumlah penduduknya sendiri. Karena itu, Firaun mengeluarkan perintah agar semua anak laki-laki yang dilahirkan oleh Bangsa Ibrani harus dibunuh. Hal ini tentu membuat Yokhebed gusar dan sedih. Ia tidak ingin anak yang dilahirkannya mati. Ketika Musa lahir, Yokhebed melihat paras Musa begitu elok dan tubuhnya sehat. Ia merasa bahwa anaknya memiliki peran istimewa dalam rencana Allah. Musa begitu elok di mata Tuhan (Kisah Para Rasul 7:20). Dengan keyakinannya itu, Yokhebed mengambil keputusan untuk memperjuangkan nyawa Musa. Yokhebed dan suaminya adalah keturunan Lewi, keturunan yang diberi tugas istimewa untuk melayani Tuhan di Bait Allah. Karena itu, Yokhebed mengarahkan imannya kepada Allah. Dan, karena kesetiaannya itu, Yokhebed menerima pesan-pesan Allah dan meraih keyakinan yang mendalam tentang sesuatu yang akan dinyatakan kemudian.

Corrie Ten Boom lahir pada tahun 1892, sebuah keluarga Reformasi iman Belanda di Belanda. Bahkan sebelum pendudukan Jerman di Belanda selama Perang Dunia II, keluarga Ten Boom sudah dikenal memiliki kepedulian terhadap orang Yahudi. Ayahnya memiliki sebuah toko perhiasan kecil di wilayah tempat tinggal orang-orang Yahudi di kota mereka. Mereka juga sering bergabung dengan tetangga Yahudi mereka untuk merayakan Hari Sabat dan mempelajari Alkitab.

Pernahkah Anda mendengar perkataan "laki-laki atau perempuan sama saja"? Apakah perkataan itu dapat dipercaya seratus persen, ataukah hanya basa-basi? Paulus berkata, "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan." (1 Korintus 11:11) Setiap insan membawa kodrat saat ia lahir ke bumi, entah laki-laki ataupun perempuan. Ada hal yang hanya dapat dilakukan oleh laki-laki, ada yang hanya dapat dikerjakan oleh perempuan, ada juga hal-hal yang dapat dilakukan oleh keduanya. Di bawah ini, ada tiga perempuan yang patut untuk diingat, baik karena kelebihannya maupun karena kekurangannya.

"Secara khusus, ketegasan dalam perempuan baik untuk laki-laki. Kami, para lelaki akan menjadi lebih baik jika perempuan pemberian Allah dengan giat mengasah talenta-talenta mereka demi kami dan memberitahu kami untuk mempertimbangkan di mana kami telah bertindak dengan egois atau tidak adil terhadap mereka atau orang lain." (John Scanzoni -- Diambil dari "Assertiveness for Christian Women" karangan John Scanzoni, Christianity Today, 4 Juni 1976, halaman 17. Hak cipta 1976 oleh Christianity Today. Digunakan dengan izin).

Kisah Para Rasul 18:24-26

Priskila dan Akwila, suaminya, bekerja sebagai pendiri tenda. Rasul Paulus bertemu mereka di Korintus. Paulus bekerja dengan membuat tenda dengan mereka di sela-sela waktu berkhotbah di rumah ibadah orang Yahudi. Mungkin, Anda pernah mendengar istilah "pelayanan pendirian tenda". Istilah tersebut berasal dari Kisah Para Rasul 18, yang menyebutkan bahwa Paulus membuat tenda untuk mendukung keuangannya dalam pelayanan.

WANITA-WANITA TELADAN DALAM ALKITAB

Inilah tiga wanita luar biasa dalam Alkitab yang memiliki karir sendiri. Namun demikian, yang patut dicatat dari keberhasilan mereka bukanlah kemampuan mereka sendiri. Keberhasilan mereka berasal dari bagaimana mereka menempatkan Tuhan dalam hati mereka.

Lidia

Hagar, yang paling dibutuhkannya dipenuhi oleh Yesus Kristus (Kejadian 16:1-16; Kejadian 21:1-21)

Kejadian pasal 24-27

Ribka, istri Ishak, adalah seorang wanita yang saleh, tetapi dia juga memiliki kelemahan-kelemahan manusiawi.

Abraham, ayah Ishak, telah mengutus hamba kepercayaannya pergi ke negeri dan sanak saudaranya untuk memilih istri bagi Ishak. Perlu diingat bahwa Abraham sekarang tinggal di tanah Kanaan.

Pages