Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

WAWASAN WANITA

Internet tidak harus menjadi tempat yang mengerikan.

Saya takut bahwa karena media sosial, seluruh dunia dapat melihat kata-kata saya. Itu berarti saya bisa menyakiti lebih dari sekadar hanya orang-orang yang berada di hadapan saya setiap kali saya memilih untuk tidak hidup seperti Yesus.

Komunikasi dalam Bersaksi

"Apakah Anda seorang Kristen?"
"Uh, tidak, saya bukan orang Kristen."
"Baiklah, kalau begitu Anda akan masuk neraka!"

"Saya benar-benar bingung. Bagaimana mungkin saya mengetahui kehendak Allah bagi hidup saya?" Saya tidak ingat berapa kali selama bertahun-tahun, saya telah mendengar pertanyaan itu.

Saya bisa menuliskan, setidaknya, sepuluh cara Allah menuntun anak-anak-Nya hari ini, tetapi saya akan membatasi diri dengan empat hal yang saya pikir adalah metode yang paling signifikan tentang pimpinan Allah.

Beberapa pembaca tampaknya suka melihat pokok berita pada blog ini dan memutuskan bahwa mereka tidak perlu membaca sebuah artikel tentang Perjanjian Lama, mungkin mereka malah lebih suka memilih sebuah blog tentang kepemimpinan.

Kendala terbesar Anda sebagai orangtua dalam membantu anak-anak Anda mencintai dan menggunakan Alkitab bukanlah televisi atau internet. Kegigihan Anda yang tak tergoyahkan itulah yang akan membuat perbedaan terbesar. Dalam era internet, perjalanan tim olahraga, dan televisi, orangtua harus membuat lebih banyak usaha untuk menjalin Kitab Suci ke dalam kehidupan sehari-hari keluarga mereka. Tip-tip berikut akan membuat Anda berada di jalur yang benar.

Orangtua pada masa kini bertumbuh dalam budaya yang sama sekali berbeda dengan budaya anak-anak mereka. Teknologi telah secara radikal mengubah cara kita hidup.

Tidak ada yang saya nikmati lebih daripada mempelajari Alkitab. Namun, tidaklah selalu seperti itu. Semangat sejati saya untuk benar-benar mempelajari Alkitab dimulai ketika saya, masih sebagai mahasiswa, membuat komitmen untuk menjelajahi Alkitab dengan sungguh-sungguh.

Alkitab menunjukkan kualitas empati yang kita lihat ditunjukkan dalam beberapa narasi biblika. Empati adalah kemampuan untuk merasakan perasaan, pikiran, atau tindakan orang lain. Rasul Paulus menasihati orang-orang Kristen untuk "seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati" (1 Petrus 3:8).

Tujuan Rasa Sakit

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Apakah Anda ingin anak-anak Anda bertumbuh menjadi laki-laki dan perempuan muda yang integritasnya membuat mereka bersinar seperti bintang? Apakah Anda ingin anak-anak Anda memiliki karakter hebat, tetapi Anda tidak tahu bagaimana menolong mereka menjadi semua yang Anda (dan juga Tuhan) inginkan?

Dua belas langkah untuk membantu Anda berhubungan dengan orang yang sulit.

Pernikahan, seperti persahabatan apa pun, dimulai dengan kesamaan. Namun, tekanan kehidupan normal sehari-hari -- anak-anak, pekerjaan, keuangan, penyakit, merawat orang tua yang lanjut usia -- dapat menyita kesatuan itu dan menyebabkannya semakin menjauh. Konseling pernikahan tradisional adalah salah satu cara untuk memperdalam persahabatan Anda, tetapi Anda juga dapat melakukan beberapa praktik sederhana.

Lagu Natal lama menyatakan, "It’s the most wonderful time of the year". (Saat terindah di tahun ini - Red.) Dan, bagi orang Kristen, nyanyian itu harusnya bergema dengan benar. Namun, bagi banyak orang, Natal adalah waktu untuk bertahan. Depresi, kesedihan, dan kesepian yang kemudian sering kali diperburuk dengan keadaan keluarga yang hancur dan beban utang yang semakin menumpuk. Daftar acara Natal yang terlalu padat sehingga membuat kita berpikir untuk "mengakhiri hari raya". Kita menjadi bertanya-tanya apakah ucapan selamat Natal masih ada? Apa yang terjadi dengan suasana Natal yang damai di masa kanak-kanak?

Ditulis oleh: N. Risanti

Dari kisah Ester, kita mengetahui bagaimana iman dan kesalehan Ester menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan situasi sulit yang ia hadapi sehingga ia menjadi pahlawan bagi bangsanya. Iman yang sama tidak hanya dimiliki oleh Ester, tetapi juga pada tokoh-tokoh wanita dalam Alkitab seperti Sara, Lea, Hana, Debora, Maria, Elisabet, dan yang lainnya. Mereka semua dapat menjadi pahlawan wanita yang beriman bagi kita melalui kisah hidupnya masing-masing.

Ditulis oleh: N. Risanti

"Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka akan belajar untuk mencintai. Jika anak-anak hidup dengan dukungan, mereka akan belajar untuk menyukai dirinya sendiri." - Dorothy Law Nolte

Pages