Sara -- Wanita dalam Alkitab

Kejadian Pasal 15 -- 21

Sara, istri Abraham, adalah seorang wanita yang unik. Dia sangat cantik dan kecantikannya membuat Abraham terlibat masalah (Kejadian 12, 20).

Dia menyetujui rencana suaminya untuk berbohong tentang hubungan mereka yang sesungguhnya. Firaun mengambilnya sebagai selir. Dalam Kejadian 12, Allah secara ajaib melindunginya karena janji-Nya kepada Abraham dan Sara (ayat 2-3). Allah menimpakan tulah kepada Firaun dan seisi istananya karena Sara.

Anda adalah putri Abraham juga. Carilah apa janji-janji Allah dalam Alkitab dan mintalah dengan iman. Perlu Anda ketahui bahwa tidak ada yang istimewa tentang Sara dan Abraham. Sebenarnya mereka berdua adalah pengecut. Abraham sendiri seorang yang sangat penakut. Bayangkan, ia berbohong tentang istrinya sendiri dan membahayakannya dengan risiko diperkosa.

Allah sendiri melindungi Sara secara ajaib dalam dua peristiwa yang bisa menghancurkannya. Siapa bilang Allah memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua?

Wanita, mungkin Anda juga memiliki suami yang tidak bisa diandalkan yang melibatkan Anda dalam bahaya atau stres. Jangan sampai hati Anda pahit karenanya. Berlindunglah pada janji Allah. Doakan Allah untuk menyentuh hati suami Anda. Sara menjadikan Abraham seseorang yang dipakai Allah seperti yang kita ketahui saat ini. Dia memegang peranan dalam rencana Allah untuk umat manusia.

Sara adalah wanita yang penuh belas kasihan. Dengan keliru, dia merasa bersalah karena tidak memunyai anak; oleh karenanya, dia meminta Abraham mengambil pembantunya, Hagar, agar dia memunyai keturunan (Kejadian 16). Keliru sekali. Andai saja dia menunggu waktu Allah.

Anak adalah anugerah dari Allah. Kita berdoa kepada Allah untuk anak-anak. Sara pasti menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan mereka memunyai keturunan. Ini salah. Anugerah dari Allah tidaklah tergantung pada kondisi biologis.

Akibat dari kesalahan Sara -- yang disetujui Abraham tanpa keberatan apa pun -- menimbulkan masalah di rumah mereka. Sara menyalahkan Abraham. Mungkin sikap Sara dapat diterima; Abraham seharusnya tahu lebih baik dari itu [untuk tidak setuju dengan usul Sara, Red.]. Namun demikian, Sara juga punya andil besar dalam kesalahan ini.

Seberapa sering Anda menyalahkan suami atas sesuatu yang Anda buat?

Allah ikut campur lagi dalam kehidupan Sara. Dia mengubah namanya (dari Sarai menjadi Sara) dan menjanjikan mereka seorang anak (Kejadian 17).

Perubahan nama Sara adalah sebuah permainan kata. Nama Sara berarti "ibu bangsa-bangsa". Setiap kali seseorang memanggil Sara atau setiap kali dia memperkenalkan diri, dia membuat pernyataan iman; dia menyebut dirinya sebagai ibu bangsa-bangsa bahkan sebelum dia memunyai seorang anak. Saat itu dia sudah berumur 90 tahun.

Iman menjadikan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Inilah yang harus dilakukan semua wanita beriman. Ulangilah firman Allah dan janjinya terus-menerus kepada diri Anda dan keluarga dan anak-anak Anda. Ada kekuatan dalam kata-kata.

Awalnya, Sara dan Abraham tidak memercayai janji Allah kepada mereka (Kejadian 17:17-18, 18:11-12).

Kekuatan dan berkat Allah menyertai Sara dan Abraham walaupun situasi dan kurangnya kepercayaan mereka terhadap Tuhan.

Abraham, orang yang tidak memunyai anak, berdoa untuk orang lain; dan orang yang mereka doakan memunyai anak (Kejadian 20). Dapatkah Anda bayangkan apa yang dirasakan Abraham dan Sara ketika mereka melihat orang lain menerima berkat yang sudah lama mereka inginkan.

Namun demikian, mereka tetap melayani Tuhan. Inilah iman. Mereka percaya bahwa Allah memberi anugerah kepada mereka yang dengan tekun melayani-Nya.

Akhirnya, Sara pun melahirkan Ishak. (t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Judul asli artikel : Sarah -- Women of The Bible
Nama Situs : The Living Word Library
Penulis : Dele Oke
Alamat URL : http://www.wordlibrary.co.uk/printarticle.php?id=170
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 

Komentar