Ucapan Syukur: Kekuatan Hati yang Bersyukur

Bersukacitalah selalu! Teruslah berdoa! Mengucap syukurlah dalam segala hal. Sebab, itulah kehendak Allah bagimu di dalam Kristus Yesus." (1 Tesalonika 5:16-18)

Syukur

Tidaklah selalu mudah untuk bersyukur, tetapi inilah cara yang harus kita lakukan untuk melihat kehendak Tuhan terpenuhi di dalam hidup kita. Ini adalah cara bagaimana kita naik ke tingkatan iman yang lebih tinggi untuk hidup kita, untuk kota kita, dan juga untuk bangsa kita.

Ucapan syukur mematahkan kuasa musuh. Kapan pun Anda mengucap syukur kepada Tuhan meski berada dalam keadaan yang paling sulit sekalipun, musuh akan kalah dalam pertempuran besar dalam hidup Anda. Ketika Anda bersyukur di tengah kesulitan, Anda mendatangkan sukacita dalam hati Tuhan. Dia mencari orang-orang Kristen yang hidup dalam suasana pujian dan ucapan syukur di mana musuh tidak lagi memiliki kuasa untuk menahan atau memanipulasi hidup orang tersebut. Setan dikalahkan ketika kita memiliki hati yang bersyukur karena ucapan syukur dalam masa kesulitan adalah persembahan yang menyenangkan bagi Tuhan.

Apakah Anda bersyukur? Apakah Anda bersyukur dalam keadaan Anda yang sekarang? Apakah Anda bersyukur atas keselamatan Anda, pertemanan Anda, dan pekerjaan Anda? Rasa syukur adalah kunci dalam hidup. Rasa syukur adalah kunci yang mengubah situasi di sekitar karena hal itulah yang mengubah Anda, pandangan Anda, dan juga sikap Anda. Ada kekuatan di dalam hati yang bersyukur.

Ucapan Syukur Membawa Kepuasan Hati

Mulailah berterima kasih kepada Tuhan untuk semua berkat yang telah Ia berikan kepada Anda ketimbang tetap tinggal dalam pemikiran negatif. Ketidakpuasan mengeringkan jiwa. Lihatlah Elisabeth Elliot yang kehilangan suaminya di ladang misi dan telah menghadapi banyak kesulitan, yang mengatakan tentang mencintai kehendak Tuhan dan menjadi puas. "Mencintai Tuhan berarti juga mencintai kehendak-Nya. Itu juga berarti menunggu dengan tenang sampai kehidupan kita dinilai oleh Pribadi yang mengenal kita dengan teramat mendalam. Itu berarti menjadi puas dengan waktu-Nya dan pemberian-Nya yang bijaksana. Itu berarti mengikuti jejak Sang Guru, seperti yang dilakukan oleh Paulus, yang bisa mengatakan bahwa dia telah belajar untuk menjadi puas, tidak peduli apa pun keadaannya. Seperti apa keadaan Paulus saat menulis hal itu? Di dalam penjara. Tidak ada pelajaran yang mudah, tetapi keuntungannya yang besar adalah penambahan kesalehan serta rasa cukup (1 Timotius 6:6, AYT)."

Thankful

Perhatikan teladan Yesus. Ia mengikuti kehendak Bapa-Nya sampai pada kesudahannya. Ia taat tanpa mengeluh. Dalam Filipi 2:5-8, AYT, Paulus mengatakan bahwa kita harus memiliki sikap yang sama. Yesus mengosongkan diri-Nya dan menjadikan diri sebagai hamba. Dia merendahkan diri-Nya dan menjadi taat sampai pada kematian. Begitu juga dengan kita, kita harus memiliki sikap rendah hati dan menerima kehendak Tuhan dalam hidup kita dengan bersyukur.

"Yesus mencintai kehendak Bapa-Nya. Dia menerima keterbatasan, kebutuhan, keadaan, rangkaian kemanusiaan-Nya ketika Ia berjalan dan bekerja di dunia, memenuhi misi ilahi-Nya waktu demi waktu dan 'kewajiban dari inkarnasi-Nya'. Tidak pernah ada sepatah kata bahkan raut muka-Nya yang mengeluh." (Elisabeth Elliot)

Persembahkan Pujian dan Syukur pada Tuhan

Duke Wellington adalah pemimpin militer Inggris Raya yang menyesal karena dia belum belajar mengenai rahasia pujian semasa hidupnya. Dia memiliki banyak pencapaian dan bahkan pernah mengalahkan Napoleon di Waterloo. Dia adalah seorang yang brilian dan seorang yang tidak mudah puas, dan ketika sudah tua, dia menyadari bahwa ada bagian dari hidupnya yang perlu diubah. Pada masa tuanya, seorang wanita bertanya kepadanya, "Hal berbeda apa yang akan Anda lakukan jika Anda diberi kesempatan untuk mengulangi hidup Anda sekali lagi?" Dia berpikir dengan hati-hati dan berkata, "Saya akan mengucap syukur dengan lebih lagi." Hal ini adalah pelajaran bagi kita semua; jika kita mau belajar menjadi orang-orang yang memiliki sikap memuji dan bersyukur, hari-hari di dalam hidup kita akan mengalami sebuah pencapaian yang luar biasa.

Daud berkata di dalam Mazmur 116:17, "Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN." Marilah setiap kita memiliki rasa syukur dan ucapan syukur, naik ke tingkatan kekudusan yang baru. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempraktikkan sikap tersebut di dalam kehidupan sehari-hari:

  • Bersyukur dan pujilah Tuhan untuk segala hal di dalam hidup Anda. Bersyukurlah kepada-Nya, bahkan di dalam kesulitan sekalipun. Adalah sebuah pengorbanan untuk melakukannya. Namun, Dia dapat mengubah masalah menjadi kemenangan. "Karena itu, melalui Kristus marilah kita terus-menerus mempersembahkan kurban pujian kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya." (Ibrani 13:15, AYT, AYT)
  • Jangan biarkan diri Anda mengeluh tentang hal apa pun juga. Ketika masa sukar datang, berhati-hatilah dengan ucapan Anda. Daripada mengeluh, lebih baik memikirkan cara yang secara verbal dapat Anda berikan kepada Tuhan sebagai korban ucapan syukur.
  • Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain. Jangan menginginkan hidup Anda berbeda. Tuhan tahu yang terbaik. Alkitab mengatakan bahwa memiliki hati yang bersyukur adalah kehendak Tuhan untuk Anda dalam Yesus Kristus. Ketika kita mulai berterima kasih pada Tuhan untuk semua yang kita miliki daripada membandingkan diri kita dengan orang lain, itu akan membukakan pintu berkat Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan tersenyum ketika kita memuji dan menaikkan ucapan syukur kepada-Nya secara terus-menerus. Hanya ada beberapa hal saja yang terasa lebih baik daripada menerima pujian yang tulus dan penghargaan dari seseorang. Tuhan menyukai hal itu juga. ... Hal-hal yang luar biasa terjadi ketika kita mempersembahkan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan. Saat kita membuat Tuhan senang, hati kita pun dipenuhi dengan sukacita. (Rick Warren)

Bersama di dalam penuaian.

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
Alamat URL : http://www.crosswalk.com/special-coverage/thanksgiving/thanksgiving-the-power-of-a-thankful-heart-11616835.html
Judul asli artikel : Thanksgiving: The Power of a Thankful Heart
Penulis artikel : Debbie Przybylski
Penerjemah : Illene
Tanggal akses : 22 Juli 2015
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar