Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

ARTIKEL

Pernahkah Anda berada di tengah-tengah mimpi yang benar-benar indah? Tidak ada awal yang jelas yang bisa Anda ingat. Anda tinggal dalam mimpi itu, dalam dunia mimpi yang dikelilingi oleh pemandangan, suara, dan perasaan yang paling indah. Seperti itu rasanya hidup bersama suami saya. Ini adalah kisah tentang betapa mulianya ketetapan Allah, bahkan saat Anda berlari secepat mungkin dari ketetapan itu. Ya, kisah ini merupakan penghormatan kepada seseorang yang hampir saja saya lepas, sementara banyak wanita lain sudah menunggu untuk mendapatkannya.

... ketika penampilan bukanlah segalanya ...

Anda mengagumi lesung pipitnya dan mengingat lengkung bibirnya saat tersenyum. Anda menyukai seluruh penampilannya. Tetapi bagaimana Anda tahu apakah orang yang Anda sukai ini benar-benar tepat untuk kita?

Kita akui saja: kita semua tertarik pada wajah yang tampan, khususnya seseorang yang badannya harum. Tetapi di luar penampilannya yang menarik, apa lagi yang seharusnya kita pertimbangkan saat mencari orang yang tepat untuk menjalin kasih?

Wanita bekerja

Mary Whelchel menjelaskan seberapa banyak peran wanita telah berubah dan bagaimana mereka mengatasi perubahan ini.

Jika anak-anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk.

Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk berkelahi.

Jika anak-anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk tercekam kekhawatiran.

Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri.

Alkitab berkata bahwa setiap kita memiliki hubungan yang khusus dengan Allah, yang sudah dimulai sebelum kita dilahirkan. Yeremia menulis:

Firman Allah datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau di dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:4-5).

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.

Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi di mana pun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso bersama Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dari LBKK (Lembaga Bina Keluarga Kristen), telah siap menemani Anda dalam sebuah perbincangan. Kali ini kami akan berbincang-bincang tentang Kehidupan lajang dari perspektif wanita. Hadir bersama kami pada saat ini Ibu Esther Tjahja Sarjana Psikologi dari Universitas Gajah Mada, yang kini sebagai staf psikologi di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang dan juga hadir bersama kami Ibu Pdt. Dr.

Pelayanan di Dunia Kerja: Pekerjaan Apa pun Bisa Menjadi Sarana Penjangkauan -- Hal Ini Tergantung Sikap Anda

Wanita bekerja

Orang yang memakai model sepatu tenis terbaru nampak lebih senang dan gembira. Seseorang tidak akan enak dipandang tanpa memakai produk bermerek. Produk-produk yang bagus membuat seseorang menjadi enak dilihat.

Apakah pemikiran seperti itu menjadi bagian dari makanan anak-anak Anda sehari-hari?

Acap kali, iklan didesain untuk memikat konsumen supaya mengeluarkan uang, membuat orang memiliki pemikiran yang mengkritik diri sendiri dan materialistis.

Wanita Kristen menghadapi banyak masalah yang sama dengan wanita lainnya. Perbedaannya, mereka dapat datang kepada Tuhan untuk memecahkan masalah dan persoalan mereka. Dalam percakapan antara dua orang teman ini, dua wanita menceritakan tentang kegelisahan mereka sebagai wanita, seperti kekhawatiran mereka akan penampilan, keterbatasan, dan kegelisahan mereka, dan anugerah untuk dapat menyerahkan beban tersebut kepada Tuhan.

Pertanyaan: Perlukah orang Kristen berolahraga? Apa kata Alkitab mengenai kesehatan?

Jawaban: 1 Timotius 4:8 memberitahu kita, "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Pada satu sisi, fakta bahwa pembatasan jumlah anak kembali menjadi suatu topik yang dibahas di gereja merupakan suatu pertanda yang bagus. Orang-orang Kristen tidak lagi serta merta menganggap bahwa suatu praktik yang tersebar luas di dunia pasti baik.

Namun, sesuatu hal juga jangan lantas dianggap sebagai sesuatu yang salah hanya karena sesuatu itu banyak dilakukan oleh orang non-Kristen. Jadi, bagaimanakah kita menanggapi pertanyaan di atas?


Ditulis oleh: Ade Tanesia Pandjaitan

"Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:41-42)

Pages