Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

KELUARGA

Suasana dalam keluarga Kristen, sebagaimana seharusnya suasana dalam gereja, adalah suasana "saling mengasihi", "saling menerima", "saling mengampuni". Setiap manusia, setiap kita, memerlukan ke-3 hal ini untuk tercapainya keutuhan kehidupan kita, dan kita memerlukannya baik dalam kehidupan keluarga, maupun dalam kehidupan gereja.

Perselisihan dengan anak dapat terjadi karena adanya pengendalian yang berlebihan, perbedaan pemahaman, perbedaan pribadi, perasaan salah dimengerti, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Artikel ini membahas beberapa cara yang tidak tepat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, antara lain: menghindar, mengalah, dan kompromi. Terakhir, diberikan 14 cara praktis untuk memecahkan perselisihan.

Tiga hal yang dibutuhkan anak-anak dari orang tuanya dengan jelas dinyatakan dalam 1 Korintus 13:13. Yang pertama ialah iman. Iman di dalam Yesus Kristus memberi mereka rasa aman karena mengetahui bahwa mereka diterima "di dalam Dia yang dikasihi Allah" bahwa Allah mengasihi mereka tanpa syarat, dan bahwa mereka memiliki keselamatan abadi melalui Kristus.

Setiap orang tua memiliki pola yang berbeda dalam membesarkan anak-anaknya. Pola tersebut dapat dirangkum dalam tiga kategori, yaitu otoriter, permisif, dan berwibawa. Dua pola pertama, otoriter dan permisif, tidak membangun kecerdasan emosional dalam diri anak. Keduanya juga berpotensi membuahkan sikap tidak hormat terhadap otoritas dan merusak perkembangan emosi anak. Banyak orang tua permisif yang dulunya dibesarkan oleh orang tua yang otoriter.

Bagaimana cara yang paling baik untuk membantu seorang anak yang sedang berusaha memecahkan suatu masalah? Jawabannya, orang tua hendaknya tidak boleh terlalu ikut campur dan terlampau melibatkan diri. Orang tua sebaiknya dapat meneliti masalah tersebut secara objektif, bersikap bijaksana, sambil tetap membantu si anak agar ia sendiri mampu mengatasi masalah itu. Cara dan pendekatan seperti ini akan lebih menolong si anak.

Jika anak-anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk.

Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk berkelahi.

Jika anak-anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk tercekam kekhawatiran.

Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri.

Artikel ini adalah pelajaran perbandingan antara dua orang ibu dalam Alkitab. Masing-masing memunyai anak untuk dibesarkan, tetapi pengajaran dan moral yang ajarkan kepada anak-anak mereka mempengaruhi menjadi orang Kristen yang bagaimana mereka nanti. Karena itu sangatlah penting untuk bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak kita.

Permasalahan

Apakah Anda tahu bahwa ada sejumlah besar gadis remaja yang diyakinkan bahwa mereka harus diet untuk mengurangi berat badan -- berat badan yang sebenarnya masih bisa ditolerir harus mereka turunkan dengan cara apapun? Hal inilah yang membuat mereka melewatkan makan siang mereka di sekolah, atau bahkan membuat mereka hanya mengonsumsi makanan yang tidak seimbang, seperti semangka, dan menghindari makanan bernutrisi seperti roti dari gandum (karbohidrat!), keju (lemak!), daging (lemak!!), atau buah (gula!).

Pages