Maria -- Ibu Yesus

Lukas pasal 1 -- 2

Maria adalah bejana yang cocok untuk dipakai Allah. Kehidupannya merupakan kesaksian luar biasa bagi semua anak Allah.

Kehidupan Maria penuh dengan iman, kasih, dan kebajikan, sehingga sulit sekali menulis tentangnya. Bahkan, tulisan sederhana tentang kebajikannya pun akan menjadi beberapa jilid buku. Nah, anggaplah artikel pendek ini sebagai sebuah pengantar singkat.

Wanita yang Beriman

Lukas pasal 1 dan 2 memperkenalkan kehidupan Maria kepada kita. Dia dipenuhi iman sejak usianya masih muda. Simaklah kata-kata malaikat kepada imam Zakharia, dan simaklah juga tanggapannya (Lukas 1:13-18). Dalam kisah ini, kita dapat melihat seorang imam mengalami kesulitan untuk memercayai firman yang disampaikan malaikat kepadanya.

Sebaliknya, Maria tidak menunjukkan keraguannya ketika dikunjungi oleh malaikat. Tanggapannya merupakan tanggapan yang banyak dari kita orang Kristen, rindu ucapkan saat ini: Maria berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:38)

Tampaknya, Maria seorang gadis desa biasa, memiliki iman yang lebih besar kepada Allah daripada seorang imam yang saleh.

Kehidupan Maria merupakan kesaksian bahwa wanita-wanita biasa pun bisa melakukan hal-hal yang luar biasa bagi Allah. Allah tidak memandang kita berdasarkan posisi kita dalam kehidupan ini. Dia melihat hati. Hati yang penuh dengan iman adalah bejana yang berguna di tangan Allah kita.

Wanita yang Penuh dengan Kebajikan

Maria adalah seorang perawan. Dia tidak pernah berhubungan dengan pria dan tetap menjaga kesucian dirinya. Tidak heran, anugerah Allah menyertai kehidupannya (Lukas 1:28). Kehidupan yang dijalani dengan disiplin seturut perintah-perintah Allah mendatangkan anugerah-Nya. Apakah Anda menginginkan anugerah Allah dalam kehidupan Anda? Oleh karena itu, ubahlah gaya hidup Anda. Sesuaikanlah dengan kehendak Allah. Anugerah Allah mendatangkan berkat Allah. Hidup dengan benar sangatlah penting agar kehidupan Kristen kita berbuah. Setiap kali kita berkompromi dengan gaya hidup kita, kita menyangkal anugerah Allah. Sungguh sebuah tragedi! Tidak heran, setan menghabiskan begitu banyak waktu menggoda kita untuk berkompromi dengan standar kekristenan kita.

Dia tahu bahwa tanpa anugerah Allah, kita tidak dapat menyelesaikan kehendak Allah. Setan tidak bodoh, demikian juga Anda seharusnya.

Dipenuhi Roh Kudus

Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:35)

Di samping segala kebajikannya, Maria tetap memerlukan Roh Kudus untuk menggenapi kehendak Allah.

Tidak ada yang dapat menggantikan kuasa Roh Kudus. Allah mengisi bejana yang dipilih-Nya.

Tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan kecuali oleh kuasa Roh Kudus (1 Korintus 12:3). Kita mengabaikan kehadiran Roh Kudus dalam gereja saat ini atas risiko kita sendiri. Dia adalah sumber segala pencapaian rohani kita.

Hal-hal ajaib hanya dapat dilakukan untuk Allah ketika kehadiran-Nya (Roh Kudus) ada bersama-sama dengan kita.

Malaikat mengatakan kepada Maria bahwa Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaunginya.

Ambillah waktu untuk berdoa agar Roh Kudus menyegarkan Anda saat ini. Janganlah menganggap bahwa kita semua sudah memunyai kuasa Roh Kudus yang Allah ingin berikan kepada kita.

Maria membutuhkan anugerah Allah agar dia dipenuhi dengan Roh Kudus. Jika Anda anak Allah, Anda juga dapat menerima kuasa-Nya saat ini.

Maria melahirkan Tuhan Yesus Kristus. Sungguh anugerah yang luar biasa. Kehidupannya merupakan kehidupan yang berlimpah. Pelajarilah kehidupannya dan temukan beberapa sifat yang Allah cari dari orang-orang yang dipakai-Nya.

Maria Mencari Kehendak Allah

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. (Lukas 1:39)

Setelah malaikat menyampaikan pesan Allah kepada Maria, dia langsung pergi ke rumah Elisabet untuk memastikannya. Melihat Elisabet yang sedang mengandung, Maria meyakini hal itu merupakan penegasan bahwa sebelumnya dia tidak hanya sedang berkhayal, tetapi dia benar-benar telah melihat seorang malaikat.

Saat Maria berbicara kepada Elisabet, pernyataan Allah ditegaskan. Bahkan, janin dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan.

Izinkan Allah menegaskan sesuatu yang Dia ucapkan secara diam-diam kepada Anda melalui orang lain. Di antara dua atau tiga saksi, kebenaran akan terungkap. Semua penegasan yang diterima oleh Maria sangat membantu menopangnya melewati masa-masa sulit yang akan datang.

Maria tinggal bersama-sama dengan Elisabet untuk waktu yang cukup lama untuk melihat bukti itu. Elisabet sedang mengandung enam bulan sebelum Maria muncul di depan pintunya (Lukas 1:36). Maria tinggal dengan Elisabet selama 3 bulan (Lukas 1:56). Ketika bayi Elisabet lahir, Maria berada di sana (Lukas 1:57).

Sikap Maria adalah sikap yang perlu kita teladani. Banyak orang Kristen saat ini menerima nubuatan-nubuatan dari Allah, kemudian mereka hanya duduk dan menunggu dengan bermalas-malasan sampai nubuatan tersebut dipenuhi. Tetapi Maria berbeda. Dia tetap aktif. Dia mencari tahu maksud Allah. Dia tetap berada di tempat yang benar.

Ketika Allah memberikan Anda sebuah janji, Anda perlu mendoakannya. Berperanlah secara aktif. Jangan pernah berhenti memercayai Allah dan janji-janji-Nya. Sikap inilah yang ditunjukkan Maria. (t\Anna)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : The Living Word Library
Alamat URL : http://www.wordlibrary.co.uk/article.php?id=164&type=bible
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 14 April 2011
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar