Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Menjadi Tua dengan Anggun

Dunia Wanita
Menjadi Tua dengan Anggun

Mungkin Anda sedang membangun rumah yang akan terlihat cantik dan nyaman untuk melalui musim dingin yang panjang dari usia tua Anda. Anda menghiasnya dengan penuh selera, mengisinya dengan ornamen yang dirancang untuk membawa kesenangan dan kenyamanan pada masa yang akan datang -- perbuatan baik dari rasa syukur dan anugerah, tindakan kemurahan hati dan kasih tanpa pamrih. Di setiap dinding, Anda menggantung gambar-gambar yang sama berartinya dengan keindahannya -- persahabatan yang hangat dalam Kristus, hubungan yang membimbing dan pemuridan, anak-anak dan cucu-cucu yang mengenal dan mengasihi Tuhan. Mereka memandang Anda dari kejauhan untuk memberikan penghiburan, dorongan semangat, dan kekuatan. Anda memiliki persediaan kesalehan dan anugerah untuk memastikan Anda akan kenyang dan mendapat asupan, untuk setia pada hari-hari yang mengkhawatirkan. Anda telah mengumpulkan banyak persediaan firman Tuhan untuk menyalakan api yang akan tetap menyala terang melalui hari-hari dan malam-malam musim dingin yang panjang. Anda telah menyiapkan tempat tidur yang nyaman tempat Anda dapat berbaring dan beristirahat. Ketika Anda menarik napas terakhir Anda, Anda akan dapat melihat dari tempat tidur Anda untuk melihat hiasan-hiasan itu, lukisan-lukisan itu, masa hidup harta berharga itu, dan Anda akan tahu: Anda telah menjalani kehidupan yang bermakna.

Atau, mungkin Anda membangun rumah bagi diri Anda sendiri yang akan menjadi kurang lebih sama seperti penjara yang dingin dan suram selama musim dingin yang panjang pada usia tua Anda. Anda menghiasinya dengan keburukan dan kedangkalan -- pencapaian yang tidak berarti, perbuatan jahat, usaha membenarkan diri sendiri. Anda menutupi dinding dengan gambar-gambar aneh -- persahabatan yang berbahaya, hubungan yang berantakan, anak-anak dan cucu-cucu yang nakal dan memberontak. Mereka memandang Anda dari kejauhan dan memberikan rasa yang menghantui, kutukan, rasa takut, dan kedukaan. Anda telah menimbun persediaan yang sedikit untuk dikonsumsi pada hari-hari yang melelahkan, membuat Anda mengunyah kepahitan, penyesalan, dan seribu sifat buruk yang kosong. Anda telah mengumpulkan sedikit firman Tuhan untuk menyalakan api sehingga akan terbakar habis dan padam, membuat Anda dingin dan sengsara. Anda telah menyiapkan tempat tidur duri tempat Anda akan berbaring dan mati-matian mencoba untuk beristirahat. Saat Anda menarik napas terakhir, Anda akan melihat dari tempat tidur Anda yang menyakitkan untuk melihat ornamen-ornamen yang mengerikan, lukisan-lukisan gelap, penyesalan yang ditumpuk seumur hidup, dan Anda akan tahu: Anda telah menyia-nyiakan hidup Anda.

Ulangan 11:19

Rumah mana yang sedang Anda bangun? Apakah Anda membangun istana atau penjara? Apakah Anda membangun tempat yang penuh sukacita, kenyamanan, dan keamanan, atau tempat kedukaan, kesedihan, dan bahaya? Setiap hari, Anda meletakkan batu bata ke rumah Anda. Sejak kecil, Anda telah mendekorasinya. Dengan berlalunya hari demi hari, Anda menambahkan ornamen baru dan Anda menyimpan -- atau tidak menyimpan -- untuk beberapa hari mendatang. Dan, ketika musim dingin mendekat, Anda akan tinggal di rumah yang telah Anda bangun. Jadi, saya bertanya lagi, rumah mana yang Anda bangun? (J.R. Miller)

Ketakutan yang Mendalam, Kerinduan yang Mendalam

Ada perilaku tertentu yang membuat saya takut pada hal-hal tertentu sejak kecil. Saya melihat orang bertindak dengan cara tertentu, saya melihat konsekuensi dari tindakan mereka, dan saya memutuskan bahwa saya tidak akan pernah melakukan hal-hal itu. Saya memutuskan saya tidak akan jadi seperti orang-orang itu.

Sewaktu kecil, saya melihat penyalahgunaan alkohol. Saya melihat kemabukan penuh dalam segala keburukannya, semuanya memalukan. Saya melihat itu pada orang yang saya cintai, orang-orang dalam keluarga besar saya. Saya melihat bagaimana mereka berperilaku, saya melihat bagaimana orang lain memperlakukan mereka, saya melihat bagaimana reputasi mereka hancur. Bahkan, sebagai anak dan remaja, saya mendapati diri saya bersikap sangat waspada terhadap alkohol sehingga itu tidak pernah menarik bagi saya. Bahkan, saat ini, saya tidak minum alkohol, dan itu bukan karena saya memiliki kasus alasan alkitabiah melawan alkohol. Itu hanya karena saya tidak tertarik. Tidak pernah.

Sejak kecil, saya juga dikondisikan untuk takut pada penuaan yang buruk. Saya melihat orang-orang lanjut usia yang berperilaku memalukan, yang menampilkan begitu sedikit martabat yang seharusnya dikaitkan dengan usia. Saya melihat wanita tua yang sakit hati, yang tampaknya tidak memiliki maksud atau tujuan nyata bagi kehidupan mereka. Saya melihat orang-orang tua yang mabuk, yang murtad, yang penuh kebencian terhadap Allah. Tentu saja, saya melihat contoh-contoh yang positif juga, para pria dan wanita tua terkasih yang saling mengasihi, yang mengasihi Yesus lebih dari apa pun, yang meneladani kesalehan dan anugerah. Beberapa dari mereka yang saya kenal dan beberapa yang saya temui di buku-buku atau biografi mereka. Saya mengembangkan rasa takut akan penuaan yang buruk dan kerinduan yang mendalam untuk menjadi tua dengan baik.

Jika saya ingin menjadi saleh nanti, saya harus belajar untuk menjadi saleh sekarang.

Gambar: 1 Timotius 4:16

Ketika saya masih muda, saya memutuskan bahwa saya akan menjadi tua dengan anggun. Saya tidak akan menjadi lelaki yang cabul, lelaki yang sakit hati, lelaki yang mabuk, lelaki tanpa tujuan. Saya memutuskan bahwa pada masa tua, saya akan menjadi bermartabat dan saleh, saya akan meneladani karakter dan hidup yang bertujuan sampai akhir. Bahkan kemudian, saya mengerti bahwa resolusi ini diperlukan untuk membentuk seluruh hidup saya. Saya tidak dapat hidup dalam kehidupan yang tidak bermoral dan mengharapkan Allah memberi saya karunia kesalehan pada hari ulang tahun saya yang ke-65. Saya tidak dapat hidup apatis atau suam-suam kuku dan mengharapkan usia tua yang bermakna memiliki tujuan dan bermakna. Jika saya ingin menjadi saleh nanti, saya harus belajar untuk menjadi saleh sekarang. Jika saya ingin menjalani hari-hari itu dengan tujuan, saya pertama-tama harus hidup hari ini dengan tujuan. Untuk alasan-alasan ini dan banyak lagi, subjek menjadi tua sangat berharga bagi saya.

Menjadi Tua dan Usia Tua

Penting untuk membedakan di sini antara menjadi tua dan usia tua. Sementara usia tua adalah posisi, menjadi tua adalah proses -- proses perjuangan keras, investasi kecil yang dilakukan dari waktu ke waktu yang menentukan posisi akhir kita. Tujuan saya dalam artikel ini dan beberapa artikel berikutnya adalah untuk membawa perhatian pada menjadi tua: realitas universal dan seumur hidup bahwa sejak kita lahir, kita akan menjadi semakin tua, bahwa dari napas pertama kita, kita berjalan menuju napas terakhir kita, bahwa setiap keputusan kita sedang memuncak ke arah pria atau wanita tua macam apakah kita. Menjadi tua adalah tanda pada batu nisan, garis kecil yang dalam perkembangannya dari kiri ke kanan, dari sukacita kelahiran ke dukacita kematian, merangkum seluruh kehidupan. Menjadi tua datang dengan banyak kesedihan dan banyak kegembiraan, dan di antaranya adalah tanggung jawab yang dapat kita pilih untuk dianut dijalankan atau diabaikan.

Saya telah menulis ini dengan banyak air mata -- air mata yang cukup untuk mengejutkan saya dan untuk menunjukkan betapa dalam saya merasakan hal ini, seberapa banyak itu telah menjadi lagu yang diputar pada latar belakang hidup saya, seberapa besar hal itu tetap menjadi hasrat yang mendalam. Ini adalah air mata kesedihan karena kesempatan yang sia-sia, air mata sukacita untuk bukti-bukti anugerah yang tidak layak saya terima, air mata harapan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa saya. Sebab, ada sedikit kerinduan dalam hati saya yang lebih mendalam daripada ini: bahwa Allah akan membiarkan saya hidup dalam usia tua secara saleh, terarah, dan bermartabat.

Melalui beberapa artikel, saya bermaksud mengeksplorasi apa yang Alkitab katakan tentang menjadi tua. Pada akhirnya, saya ingin mendorong Anda dan saya untuk menjadi tua dengan anggun, menjadi tua dengan bijaksana, menjadi tua dengan pasti bagi kemuliaan Tuhan. (t/N. Risanti)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Challies
URL : https://www.challies.com/articles/aging-with-grace/
Judul asli artikel : Aging Gracefully
Penulis artikel : Tim Challies
Tanggal akses : 1 Oktober 2018
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar