Artikel

Pesan ini merupakan salah satu budaya kita yang dengan sungguh-sungguh diajarkan kepada anak perempuan dan para perempuan, dan dimulai pada masa awal kanak-kanak. Muncul kepada kita dari hampir segala sisi: televisi, film, musik, majalah, buku, dan iklan. Dalam kekompakan yang hampir sempurna, mereka melukiskan gambaran apa yang sebenarnya penting bagi kita. Akibatnya, para wanita bersikeras bahwa apa yang paling penting bagi mereka adalah keindahan-keindahan fisik. Bahkan, orang tua, saudara, guru, dan teman-teman kadang-kadang tanpa disadari menambahkan perbuatan yang senantiasa diulang: anak-anak "tersayang" mendapatkan ooh, aah, dan perhatian yang memuja, sementara anak-anak yang kurang menarik, kelebihan berat badan, atau kurus, mungkin menjadi sasaran kata-kata yang tidak baik, ketidakpedulian, atau bahkan penolakan secara terbuka.

Pelayanan Yesus merevolusi cara wanita diperlakukan. Meskipun Ia bekerja dalam tradisi budaya pada masa-Nya, Ia mengabaikan pembatasan peran pada kaum wanita dengan memungkinkan mereka untuk mengikuti Dia secara terbuka dan turut berpartisipasi dalam pelayanan-Nya. Sikap pribadi-Nya kepada mereka menunjukkan bahwa Ia mengharapkan wanita untuk bekerja sebagai mitra dengan para murid pria dalam pekerjaan Injil.

"Saya lelah merasa kehilangan dan sendirian, tetapi pikiran ini membuat saya merasa tidak setia pada mendiang suami saya. Apa yang harus saya lakukan?"

Selama bertahun-tahun saya merasa rendah diri dan saya tidak menyukai diri sendiri. Saya benci kepribadian saya dan saya membenci bunyi suara saya. Salah satu yang saya dapatkan melalui pelecehan yang saya alami saat bertumbuh dewasa, adalah terbentuknya rasa malu dalam diri saya. Saya tidak lagi malu dengan apa yang terjadi pada diri saya—saya menjadi malu tentang diri saya. Saya sakit hati dan, akibatnya, menyakiti orang lain.

Saya perlu mempercayai Tuhan untuk bantuan keuangan. Dia setia di masa lalu. Akankah Dia setia lagi?

"Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka." (Amsal 31:8-9)

Saya jatuh cinta dengan sepatu baru saya. Sepatu saya tiba melalui paket pos minggu lalu, dan saya tidak sabar untuk mencobanya. Sebab, itu bukan sembarang sepatu, melainkan sepatu tap hitam untuk drama yang saya mainkan. Saya bahkan tergoda untuk tidur dengan sepatu tersebut.

Malam ini adalah malam Natal. Seisi rumah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu sejak pagi tadi. Begitu juga dengan aku. Sesudah misa malam Natal, biasanya kami sekeluarga berkumpul untuk saling mengucapkan selamat Natal dan makan malam bersama.

Santa hidup di kutub utara
Yesus berada di mana saja

Santa mengendarai kereta kuda
Yesus mengendarai angin dan berjalan di atas air

Santa hanya datang sekali dalam setahun
Yesus adalah anugerah pertolongan yang selalu ada

Santa mengisi kaus kakimu dengan barang-barang
Yesus memenuhi segala kebutuhanmu

Santa datang tanpa diundang melalui cerobong asapmu
Yesus berdiri di depan pintumu dan mengetuk, dan kemudian memasuki hatimu jika diundang

Wanita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Allah. Keberadaan dan peran wanita di setiap lini kehidupan tidak dapat dipandang sebelah mata. Sesuai perkembangan zaman, kaum wanita tentu memerlukan pengetahuan, kebijaksanaan, dan wawasan yang berkualitas untuk memperkaya dan mengembangkan potensi dirinya. Untuk memperlengkapi para wanita, khususnya wanita Kristen, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) menerbitkan publikasi elektronik e-Wanita sejak 25 November 2008. Publikasi e-Wanita berisi berbagai macam informasi terkait dengan dunia wanita, yang dikemas dalam bentuk artikel, tips, renungan, dan sebagainya. YLSA berharap, publikasi e-Wanita mampu menolong wanita-wanita Kristen Indonesia untuk hidup berkenan di hadapan Allah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bagi gereja dan masyarakat.

Diringkas oleh: S. Setyawati

Setelah saya menyampaikan pidato tentang infertilitas, ada sepasang suami istri makan siang bersama saya. Setelah beberapa saat, saya bertanya kepada si istri, "Ketika Anda menangisi masalah kesuburan Anda, apa rasa kehilangan terbesar Anda?" "Rasa kehilangan dari sebuah mimpi; kerinduan hati saya adalah memiliki anak dari suami saya dan membesarkannya bersama-sama," jawabnya. Lalu, saya bertanya kepada si suami, "Dan, Anda?" Ia memandang istrinya dan berkata kepadanya, "Jangan menganggap ini salah, Sayang, tetapi ...." Lalu, ia memandang saya. "Inilah rasa kehilangan istri saya -- ia bukan wanita yang sama dengan yang saya nikahi. Masalah ini benar-benar membebani kami."

Alkitab sangat adil mengenai kesuburan dan membesarkan anak. Anak-anak adalah berkat (Mazmur 127:3-5). Anak-anak diperlukan untuk memenuhi tujuan Allah bagi manusia agar kita "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi ..." (Kejadian 1:28). Setidaknya, dua kali Allah menggunakan kesuburan untuk menganugerahi atau menenangkan para perempuan (Kejadian 29:31; 2 Raja-raja 4:8-17). Namun, tidak ada bukti apa pun bahwa Allah menghukum seorang perempuan karena kemandulan. Hanya sekali Allah menggunakan "kemandulan" sebagai hukuman (2 Samuel 6:20-23). Sebab, sering kali, kemandulan diobati dengan kelahiran tokoh penting, termasuk Ishak (Kejadian 21:7), Esau dan Yakub (Kejadian 25:21), Simson (Hakim-hakim 13), Nabi Samuel (1 Samuel 1), dan Yohanes Pembaptis (Lukas 1).

Menurut saya, kita semua bersalah ketika membaca Alkitab dengan mata yang melekat tertutup dan hati yang menebal. Kita terbiasa melakukannya sehingga kehilangan dampak dan rasa kagum akan Alkitab. Kita lupa bahwa teks yang diilhamkan Allah ini dimaksudkan untuk membawa kita melampaui hal-hal yang alami. Dan jika kita melupakan kebenaran itu, kita kehilangan kesempatan untuk sungguh-sungguh berubah.

Misalnya..., apakah nasihat-nasihat di bawah ini segera muncul di benak Anda ketika Anda baru saja dihina?

Hari ini saya membaca sebuah kesaksian yang menyakitkan saya. Saya tersentak dan membenci kenyataan bahwa saya harus ikut merasa senang bersama dengan orang tua ini yang telah menerima jawaban atas doa mereka. Kesaksian itu menyakitkan saya karena saya masih menantikan Tuhan untuk menyembuhkan putri saya.

Ketika Diandra masih bayi, seorang wanita memberitahu saya bahwa Diandra akan disembuhkan dari Down Syndrome pada usia 3 tahun. Dia berusia 12 tahun Mei lalu, dan dia masih mengidap Down syndrome.

Hapuskanlah Kecemasan Anda dan Belajarlah untuk Memercayai Allah

Pages