Artikel

Saya tidak selalu menyukai apa yang saya lihat ketika saya sedang bercermin. Saya rasa, saya menyukai bayangan saya. Saya pasti berpikir bagian-bagian dari penampilan saya itu indah. Anda tahu, sisi-sisi yang menonjol. Mata saya yang berwarna cokelat keemasan dan bulu mata saya panjang. Rambut saya yang berwarna cokelat espresso dan tebal. Namun demikian, tampaknya saya masih suka berfokus pada daftar panjang tentang kekurangan saya. Saya akan membuat komentar dan penyelidikan bijak terhadap diri sendiri.

Pada suatu hari, yang sekarang disebut hari Paskah, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, sekelompok wanita pergi ke kubur Yesus pagi-pagi dengan membawa rempah-rempah untuk mengurapi jenazah-Nya sebagai tindakan penghormatan. Ketika mereka tiba di kubur Yesus untuk meminyaki tubuh-Nya dengan rempah-rempah, terjadilah gempa bumi, dan sesosok malaikat turun dari langit serta menggulingkan batu yang menutup pintu masuk ke kubur Yesus.

Sebuah narasi panjang dalam sejarah perjalanan sebuah bangsa, yang sarat dengan keluh-kesah, omelan dan pemberontakan, adalah narasi eksodusnya bangsa Israel dari Mesir. Sepanjang perjalanan mereka menyaksikan banyak peristiwa yang mencengangkan, mukjizat, namun hati mereka tetap tidak puas. Mereka menyaksikan bimbingan Tuhan siang maupun malam, tetapi bagi mereka itu hanyalah sebuah hal biasa yang tidak patut disyukuri!

Peristiwa hari itu masih terekam jelas dalam ingatan saya. Sebuah penembakan terjadi di kantin SMA anak laki-laki saya. Lokasi penembakan itu hanya berjarak beberapa meja saja dari tempatnya biasa melahap roti isi kalkunnya. Memang tidak ada korban jiwa, tetapi seluruh komunitas sekolah terguncang. Akan tetapi, ketika saya menjemputnya hari itu, anak saya segera masuk ke mobil dan sambil memegang lengan saya, ia memohon, "Jangan pindahkan aku dari sekolah ini."

Orang yang mengenakan sepatu tenis terbaru tampak lebih modern dan lebih gembira. Seseorang belum terlihat keren jika tidak mengenakan pakaian dari merk ternama. Produk-produk kecantikan membuat orang-orang lebih menawan.

Apakah anak-anak Anda mencerna pesan-pesan semacam ini sebagai bagian dari makanan sehari-hari mereka?

Sering kali, iklan dirancang untuk menggoda konsumen untuk membelanjakan uang, menarik orang-orang ke dalam pola pikir materialistis dan mengkritik diri sendiri.

Membimbing Anak kepada Kristus -- Apa Itu?

Sebelum kita memperhatikan alasan mengapa kita harus membimbing anak kepada Kristus, kita harus mempunyai gambaran yang jelas apa yang dimaksudkan dengan membimbing anak kepada Kristus itu.

Membimbing anak kepada Kristus tidak sama dengan menyuruh anak ke sekolah minggu atau mengikuti kebaktian di gereja. Membimbing anak kepada Kristus juga bukan masalah menolong anak agar ia mengikuti upacara gereja seperti dibaptis, disidi, dan mengikuti Perjamuan Kudus.

Sejak dahulu, wanita sudah memiliki peran dalam dunia penginjilan. Dari zaman Perjanjian Baru, gereja mula-mula dan zaman Abad Pertengahan, sampai ke periode misi modern, pelayanan wanita sangat luar biasa. Para istri Moravia bahkan sangat menonjol dan berdedikasi terhadap dunia pelayanan, seperti juga para istri misionaris (misalnya, Adoniram Judson dan Hudson Taylor). Namun, ada juga para istri yang setia melayani meski sebenarnya tidak menyukai apa yang mereka lakukan.

Dalam Lukas 5:18-26, kita membaca ada sebuah rumah yang penuh dengan orang-orang yang berdatangan dari berbagai wilayah untuk mendengar Yesus mengajar. Beberapa teman dari seorang yang lumpuh mengangkatnya di atas matras menuju lokasi tempat Yesus berada. Mereka telah mendengar bahwa Yesus adalah Seorang penyembuh, dan mereka berjalan melintasi Galilea untuk menemukan-Nya. Kerumunan orang itu sangat banyak sehingga orang-orang yang membawa orang lumpuh itu tidak dapat berjalan ke depan.

Dasar Alkitab: Galatia 4:1-11

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak." (Galatia 4:4-5)

Setiap orang percaya mempunyai kedudukan sebagai anak-anak Allah sejak ia secara pribadi beriman kepada Yesus Kristus atau menerima Dia menjadi Juru Selamatnya (Yohanes 1:12). Dengan diangkat sebagai anak, yaitu melalui proses kelahiran kembali secara rohani oleh pekerjaan Roh Kudus pada saat kita beriman kepada Kristus, kita secara resmi dan sah menjadi anggota keluarga Allah.

Perjalanan saya ke beberapa bagian dunia telah mengarahkan saya kepada penemuan yang mengkhawatirkan: Adanya perhatian serius mengenai peran wanita dalam gereja, khususnya dalam misi penginjilan. Syarat-syarat ini tidak hanya diceritakan oleh para jemaat dan pendeta, tetapi juga para pemimpin dan pengurus. Pada masa lalu, kita sebagai gereja tidak menggunakan keterampilan dan kemampuan wanita dengan maksimal.

Pikirkan kembali semua kenangan favorit Anda selama masa Natal. Apakah yang benar-benar bertahan setelah sekian lama?

Siapa yang menduga, meja tulis redaksi surat kabar menjadi tempat lahirnya salah satu lagu Natal yang disukai di seluruh dunia?

Mungkin pembaca berpikir bahwa ada sebuah kesalahan, mengapa tidak ada tulisan mengenai menopause dalam daftar publikasi kristiani? Apabila ada daftar yang memuat judul semacam itu, mengapa topik tersebut diangkat? Apa hubungan masalah ini dengan iman, dan sebagainya? Semoga pembaca dapat segera mengetahui relevansinya dengan cepat.

Setiap wanita, sejak zaman Hawa, pasti mengalami menopause. Hal itu juga terjadi sampai saat ini. Sekarang, para wanita dapat memilih untuk tidak mengalami menopause dengan pengobatan yang dikenal sebagai "Terapi Penggantian Hormon" (Hormone Replacement Therapy, selanjutnya disebut HRT). Tulisan ini bukan hanya menyangkut soal HRT. Akan tetapi, sejauh ini beberapa orang Kristen menyebut HRT sebagai dosa. Jika itu bukan dosa, akan timbul pertanyaan: "Ini adalah peristiwa hidup yang normal, jadi mengapa terlibat dalam hal ini? Saya tidak pernah menjalani HRT, jadi mengapa harus membahasnya sekarang?"

Hampir setiap perempuan sadar akan datangnya menopause. Namun, tidak banyak perempuan menyadari ketika saatnya telah tiba. Itu sebabnya, banyak perempuan datang berkeluh kesah ke dokter atau bahkan psikolog untuk berkonsultasi tentang berbagai ketidaknyamanan yang ia rasakan. Sesi konseling pun kerap diakhiri dengan pertanyaan terhadap diri sendiri, "Apakah saya sedang memasuki tahap premenopause?"

Wanita takut menjadi tua. Kemungkinan munculnya kerutan, rasa nyeri badan, keletihan, dan menopause menambah perasaan negatif menghadapi pertambahan usia.

Entah Anda berusia 20, 35, atau 47 tahun, Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi proses penuaan dengan membaca artikel ini. Artikel ini akan menolong Anda memahami apa yang harus diharapkan dan bagaimana menghadapi tahap kehidupan yang normal ini dengan baik. Setiap wanita akan memasuki masa yang disebut "menopause".

Pages