Artikel

Alkitab sangat adil mengenai kesuburan dan membesarkan anak. Anak-anak adalah berkat (Mazmur 127:3-5). Anak-anak diperlukan untuk memenuhi tujuan Allah bagi manusia agar kita "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi ..." (Kejadian 1:28). Setidaknya, dua kali Allah menggunakan kesuburan untuk menganugerahi atau menenangkan para perempuan (Kejadian 29:31; 2 Raja-raja 4:8-17). Namun, tidak ada bukti apa pun bahwa Allah menghukum seorang perempuan karena kemandulan. Hanya sekali Allah menggunakan "kemandulan" sebagai hukuman (2 Samuel 6:20-23). Sebab, sering kali, kemandulan diobati dengan kelahiran tokoh penting, termasuk Ishak (Kejadian 21:7), Esau dan Yakub (Kejadian 25:21), Simson (Hakim-hakim 13), Nabi Samuel (1 Samuel 1), dan Yohanes Pembaptis (Lukas 1).

Menurut saya, kita semua bersalah ketika membaca Alkitab dengan mata yang melekat tertutup dan hati yang menebal. Kita terbiasa melakukannya sehingga kehilangan dampak dan rasa kagum akan Alkitab. Kita lupa bahwa teks yang diilhamkan Allah ini dimaksudkan untuk membawa kita melampaui hal-hal yang alami. Dan jika kita melupakan kebenaran itu, kita kehilangan kesempatan untuk sungguh-sungguh berubah.

Misalnya..., apakah nasihat-nasihat di bawah ini segera muncul di benak Anda ketika Anda baru saja dihina?

Hari ini saya membaca sebuah kesaksian yang menyakitkan saya. Saya tersentak dan membenci kenyataan bahwa saya harus ikut merasa senang bersama dengan orang tua ini yang telah menerima jawaban atas doa mereka. Kesaksian itu menyakitkan saya karena saya masih menantikan Tuhan untuk menyembuhkan putri saya.

Ketika Diandra masih bayi, seorang wanita memberitahu saya bahwa Diandra akan disembuhkan dari Down Syndrome pada usia 3 tahun. Dia berusia 12 tahun Mei lalu, dan dia masih mengidap Down syndrome.

Hapuskanlah Kecemasan Anda dan Belajarlah untuk Memercayai Allah

Menyerahkan kembali anak Anda kepada Allah dapat menjadi keputusan yang sulit bagi para orang tua.

Saya tidak menyadari kalau saya memiliki mentalitas keselamatan berdasarkan-perbuatan, sampai saya kehilangan bayi saya tahun lalu. Saya menerima Yesus ke dalam hati saya di usia muda dan terus-menerus menerima pengajaran Alkitab yang kuat dari berbagai komunitas Kristen. Saya tahu keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan. Bahkan, tidak diusahakan sama sekali. Keselamatan adalah sebuah karunia.

Ditulis oleh: S. Setyawati

Dalam kehidupan di dunia, manusia tentu tidak luput dari konflik. Hal ini juga terjadi dalam keluarga, terlebih keluarga campuran. Keluarga campuran (blended family) adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak-anak kandung dan tiri. Di dalam keluarga seperti ini, konflik yang terjadi antaranggota keluarga tentu lebih kompleks dibandingkan keluarga pada umumnya, apalagi jika pihak suami dan istri memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Mengapa? Sebab, masing-masing anggota keluarga memiliki latar belakang budaya dan kebiasaan keluarga yang berbeda. Misalnya, keluarga dari pihak suami memiliki kebiasaan piknik saat akhir pekan, sementara keluarga dari pihak istri terbiasa bersih-bersih rumah. Selain itu, rasa cemburu antara anak yang dibawa dari pihak suami dan yang dibawa dari pihak istri juga dapat memicu munculnya konflik di antara saudara tiri. Jika perbedaan dan persoalan semacam ini tidak dikomunikasikan dengan baik, intensitas meningkatnya konflik akan semakin tinggi.

"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." (Efesus 5:22) Masih berlakukah ayat itu? Betulkah istri harus tunduk kepada suami? Mengapa ada ayat seperti itu di Alkitab? Mungkin zaman dulu cocok, tetapi bagaimana zaman sekarang? Bukankah perempuan dan lelaki sama harkat dan martabatnya? Mengapa yang disuruh tunduk cuma istri? Bukankah itu merupakan pelecehan kepada perempuan?

"Seperti barang, kalau saat pertama kali dipakai ternyata tidak sesuai spesifikasi, kita kembalikan itu barang. Perkawinan juga begitu. Saya memutuskan cerai setelah empat hari karena ia tidak lagi perawan. Itu terlihat jelas dari reaksinya pada malam pertama. Reaksinya seperti wanita berpengalaman."

"Mengapa ia berkata begitu padaku?"

Suara teman saya itu penuh dengan emosi saat saya mengambil napas dalam-dalam dan meminta bimbingan Roh Kudus sebelum saya mengeluarkan sebuah jawaban.

Saya orang yang sangat percaya dalam hal mengatakan kebenaran. Namun, saya dengan mudah dapat mengacaukan, yaitu ketika saya menyatakan kebenaran tanpa kebaikan atau ketika saya menyampaikan satu truk penuh kebenaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

PBB menyatakan bahwa lebih dari 70.000 orang telah menjadi korban jiwa dalam kemelut yang melanda Suriah selama dua tahun terakhir ini. Banyak orang Kristen menjadi martir karena imannya kepada Kristus. Berikut ini kesaksian Katia, seorang wanita Kristen Suriah yang masih bertahan di negaranya.

Para suami biasanya menjadi pemberi nafkah satu-satunya bagi keluarga mereka sementara para istri tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak dan rumah. Dan, sebagian kecil wanita yang bekerja melakukan yang sama untuk beberapa jam. Namun, pada masa sekarang, banyak wanita pergi bekerja, mengejar posisinya sampai ke atas, menenggelamkan diri dalam pekerjaan selama berjam-jam, dan memilih karier yang akan memberi mereka lebih banyak uang dan puncak kehidupan. Sebagai contoh, meningkatnya jumlah wanita yang memperoleh pendapatan yang sama banyaknya dengan pasangan mereka atau bahkan lebih. Menurut statistik, kira-kira dua puluh persen wanita tidak mendapatkan nafkah dari pasangan mereka.

"Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, cerdas mengasuh anak tiri merupakan tugas dua orang."

Mengasuh di dalam keluarga tiri merupakan tarian dua, tiga, atau empat orang (kadang-kadang lebih). Keharmonisan orang tua kandung dan orang tua tiri merupakan inti kesuksesan pengasuhan dalam keluarga Anda. Dua hubungan yang paling penting dalam setiap keluarga tiri adalah pernikahan dan hubungan antara orang tua tiri dan anak tiri.

Selain mengubah sikap mental dirinya sendiri terhadap impotensi, seorang suami dapat mengetahui tersedianya obat yang paling mujarab, yang ada di dalam diri istrinya. Antara lain, seorang istri dapat ...

Saya masih ingat kekecewaan besar saya yang pertama. Walaupun saya yakin sudah ada kekecewaan-kekecewaan lain - yang lebih kecil - sebelum kekecewaan ini, tidak ada yang cukup menonjol seperti saat tidak jadi berperan dalam drama sekolah ketika saya masih di kelas tujuh.

Saya kira itu terjadi karena berperan di dalam drama adalah hal pertama yang paling saya inginkan - lebih buruknya - saya sudah bekerja keras, berlatih, mencoba, tetapi dikeluarkan. Itulah saat pertama, pada intinya, saya mendapat perkataan "Kau tidak cukup baik."

Pages