Artikel

Membimbing Anak kepada Kristus -- Apa Itu?

Sebelum kita memperhatikan alasan mengapa kita harus membimbing anak kepada Kristus, kita harus mempunyai gambaran yang jelas apa yang dimaksudkan dengan membimbing anak kepada Kristus itu.

Membimbing anak kepada Kristus tidak sama dengan menyuruh anak ke sekolah minggu atau mengikuti kebaktian di gereja. Membimbing anak kepada Kristus juga bukan masalah menolong anak agar ia mengikuti upacara gereja seperti dibaptis, disidi, dan mengikuti Perjamuan Kudus.

Sejak dahulu, wanita sudah memiliki peran dalam dunia penginjilan. Dari zaman Perjanjian Baru, gereja mula-mula dan zaman Abad Pertengahan, sampai ke periode misi modern, pelayanan wanita sangat luar biasa. Para istri Moravia bahkan sangat menonjol dan berdedikasi terhadap dunia pelayanan, seperti juga para istri misionaris (misalnya, Adoniram Judson dan Hudson Taylor). Namun, ada juga para istri yang setia melayani meski sebenarnya tidak menyukai apa yang mereka lakukan.

Dalam Lukas 5:18-26, kita membaca ada sebuah rumah yang penuh dengan orang-orang yang berdatangan dari berbagai wilayah untuk mendengar Yesus mengajar. Beberapa teman dari seorang yang lumpuh mengangkatnya di atas matras menuju lokasi tempat Yesus berada. Mereka telah mendengar bahwa Yesus adalah Seorang penyembuh, dan mereka berjalan melintasi Galilea untuk menemukan-Nya. Kerumunan orang itu sangat banyak sehingga orang-orang yang membawa orang lumpuh itu tidak dapat berjalan ke depan.

Dasar Alkitab: Galatia 4:1-11

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak." (Galatia 4:4-5)

Setiap orang percaya mempunyai kedudukan sebagai anak-anak Allah sejak ia secara pribadi beriman kepada Yesus Kristus atau menerima Dia menjadi Juru Selamatnya (Yohanes 1:12). Dengan diangkat sebagai anak, yaitu melalui proses kelahiran kembali secara rohani oleh pekerjaan Roh Kudus pada saat kita beriman kepada Kristus, kita secara resmi dan sah menjadi anggota keluarga Allah.

Perjalanan saya ke beberapa bagian dunia telah mengarahkan saya kepada penemuan yang mengkhawatirkan: Adanya perhatian serius mengenai peran wanita dalam gereja, khususnya dalam misi penginjilan. Syarat-syarat ini tidak hanya diceritakan oleh para jemaat dan pendeta, tetapi juga para pemimpin dan pengurus. Pada masa lalu, kita sebagai gereja tidak menggunakan keterampilan dan kemampuan wanita dengan maksimal.

Pikirkan kembali semua kenangan favorit Anda selama masa Natal. Apakah yang benar-benar bertahan setelah sekian lama?

Siapa yang menduga, meja tulis redaksi surat kabar menjadi tempat lahirnya salah satu lagu Natal yang disukai di seluruh dunia?

Mungkin pembaca berpikir bahwa ada sebuah kesalahan, mengapa tidak ada tulisan mengenai menopause dalam daftar publikasi kristiani? Apabila ada daftar yang memuat judul semacam itu, mengapa topik tersebut diangkat? Apa hubungan masalah ini dengan iman, dan sebagainya? Semoga pembaca dapat segera mengetahui relevansinya dengan cepat.

Setiap wanita, sejak zaman Hawa, pasti mengalami menopause. Hal itu juga terjadi sampai saat ini. Sekarang, para wanita dapat memilih untuk tidak mengalami menopause dengan pengobatan yang dikenal sebagai "Terapi Penggantian Hormon" (Hormone Replacement Therapy, selanjutnya disebut HRT). Tulisan ini bukan hanya menyangkut soal HRT. Akan tetapi, sejauh ini beberapa orang Kristen menyebut HRT sebagai dosa. Jika itu bukan dosa, akan timbul pertanyaan: "Ini adalah peristiwa hidup yang normal, jadi mengapa terlibat dalam hal ini? Saya tidak pernah menjalani HRT, jadi mengapa harus membahasnya sekarang?"

Hampir setiap perempuan sadar akan datangnya menopause. Namun, tidak banyak perempuan menyadari ketika saatnya telah tiba. Itu sebabnya, banyak perempuan datang berkeluh kesah ke dokter atau bahkan psikolog untuk berkonsultasi tentang berbagai ketidaknyamanan yang ia rasakan. Sesi konseling pun kerap diakhiri dengan pertanyaan terhadap diri sendiri, "Apakah saya sedang memasuki tahap premenopause?"

Wanita takut menjadi tua. Kemungkinan munculnya kerutan, rasa nyeri badan, keletihan, dan menopause menambah perasaan negatif menghadapi pertambahan usia.

Entah Anda berusia 20, 35, atau 47 tahun, Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi proses penuaan dengan membaca artikel ini. Artikel ini akan menolong Anda memahami apa yang harus diharapkan dan bagaimana menghadapi tahap kehidupan yang normal ini dengan baik. Setiap wanita akan memasuki masa yang disebut "menopause".

Utang! Aktivitas ini, sepertinya tidak bisa lagi dipisahkan dan kehidupan masyarakat kita. Mulai dari kelas bawah, menengah, hingga atas, pasti akrab dengan aktivitas yang awalnya menyenangkan, tapi bila tidak dikelola, akhirnya menyengsarakan itu.

"Melayani ... melayani ... lebih sungguh ...." Teks lagu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar dari kita. Dalam kehidupan bergereja, kita sering menggunakan istilah pelayanan. Dalam surat-suratnya, Rasul Paulus juga berbicara tentang orang-orang Kristen sebagai pelayan Tuhan. Sebenarnya, apa arti melayani itu sendiri?

Sebenarnya, setiap orang Kristen, termasuk orang tua Kristen, harus dapat menjelaskan Injil kepada orang lain, yang ada di sekelilingnya. Dalam menjelaskan Injil kepada anak-anak, satu hal yang perlu diperhatikan ialah berita Injil itu harus disampaikan dengan cara yang sangat sederhana. Bahasa yang dipergunakan harus yang dapat dimengerti oleh anak yang sedang kita injili. Jangan menggunakan istilah klise yang artinya samar.

Dirangkum oleh: S. Setyawati

Seorang wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi seorang laki-laki. Dalam keluarga, selain menjadi penolong suami, seorang wanita juga bertanggung jawab dalam mencintai, membesarkan, dan mendidik anak.

Untuk apa menikah?

  1. Supaya dicintai.
  2. Supaya tidak lagi kesepian.
  3. Memiliki anak.
  4. Memiliki pasangan untuk berhubungan intim.
  5. Supaya lebih aman di bidang keuangan.
  6. Menjalani kehidupan normal seperti orang banyak.
  7. Untuk berbagi tugas kehidupan sehari-hari.
  8. Untuk memenuhi kebutuhan emosional paling mendalam.

Pages