ARTIKEL

Malam ini adalah malam Natal. Seisi rumah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu sejak pagi tadi. Begitu juga dengan aku. Sesudah misa malam Natal, biasanya kami sekeluarga berkumpul untuk saling mengucapkan selamat Natal dan makan malam bersama.

Santa hidup di kutub utara
Yesus berada di mana saja

Santa mengendarai kereta kuda
Yesus mengendarai angin dan berjalan di atas air

Santa hanya datang sekali dalam setahun
Yesus adalah anugerah pertolongan yang selalu ada

Santa mengisi kaus kakimu dengan barang-barang
Yesus memenuhi segala kebutuhanmu

Santa datang tanpa diundang melalui cerobong asapmu
Yesus berdiri di depan pintumu dan mengetuk, dan kemudian memasuki hatimu jika diundang

Wanita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Allah. Keberadaan dan peran wanita di setiap lini kehidupan tidak dapat dipandang sebelah mata. Sesuai perkembangan zaman, kaum wanita tentu memerlukan pengetahuan, kebijaksanaan, dan wawasan yang berkualitas untuk memperkaya dan mengembangkan potensi dirinya. Untuk memperlengkapi para wanita, khususnya wanita Kristen, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) menerbitkan publikasi elektronik e-Wanita sejak 25 November 2008. Publikasi e-Wanita berisi berbagai macam informasi terkait dengan dunia wanita, yang dikemas dalam bentuk artikel, tips, renungan, dan sebagainya. YLSA berharap, publikasi e-Wanita mampu menolong wanita-wanita Kristen Indonesia untuk hidup berkenan di hadapan Allah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bagi gereja dan masyarakat.

Diringkas oleh: S. Setyawati

Setelah saya menyampaikan pidato tentang infertilitas, ada sepasang suami istri makan siang bersama saya. Setelah beberapa saat, saya bertanya kepada si istri, "Ketika Anda menangisi masalah kesuburan Anda, apa rasa kehilangan terbesar Anda?" "Rasa kehilangan dari sebuah mimpi; kerinduan hati saya adalah memiliki anak dari suami saya dan membesarkannya bersama-sama," jawabnya. Lalu, saya bertanya kepada si suami, "Dan, Anda?" Ia memandang istrinya dan berkata kepadanya, "Jangan menganggap ini salah, Sayang, tetapi ...." Lalu, ia memandang saya. "Inilah rasa kehilangan istri saya -- ia bukan wanita yang sama dengan yang saya nikahi. Masalah ini benar-benar membebani kami."

Alkitab sangat adil mengenai kesuburan dan membesarkan anak. Anak-anak adalah berkat (Mazmur 127:3-5). Anak-anak diperlukan untuk memenuhi tujuan Allah bagi manusia agar kita "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi ..." (Kejadian 1:28). Setidaknya, dua kali Allah menggunakan kesuburan untuk menganugerahi atau menenangkan para perempuan (Kejadian 29:31; 2 Raja-raja 4:8-17). Namun, tidak ada bukti apa pun bahwa Allah menghukum seorang perempuan karena kemandulan. Hanya sekali Allah menggunakan "kemandulan" sebagai hukuman (2 Samuel 6:20-23). Sebab, sering kali, kemandulan diobati dengan kelahiran tokoh penting, termasuk Ishak (Kejadian 21:7), Esau dan Yakub (Kejadian 25:21), Simson (Hakim-hakim 13), Nabi Samuel (1 Samuel 1), dan Yohanes Pembaptis (Lukas 1).

Menurut saya, kita semua bersalah ketika membaca Alkitab dengan mata yang melekat tertutup dan hati yang menebal. Kita terbiasa melakukannya sehingga kehilangan dampak dan rasa kagum akan Alkitab. Kita lupa bahwa teks yang diilhamkan Allah ini dimaksudkan untuk membawa kita melampaui hal-hal yang alami. Dan jika kita melupakan kebenaran itu, kita kehilangan kesempatan untuk sungguh-sungguh berubah.

Misalnya..., apakah nasihat-nasihat di bawah ini segera muncul di benak Anda ketika Anda baru saja dihina?

Hari ini saya membaca sebuah kesaksian yang menyakitkan saya. Saya tersentak dan membenci kenyataan bahwa saya harus ikut merasa senang bersama dengan orang tua ini yang telah menerima jawaban atas doa mereka. Kesaksian itu menyakitkan saya karena saya masih menantikan Tuhan untuk menyembuhkan putri saya.

Ketika Diandra masih bayi, seorang wanita memberitahu saya bahwa Diandra akan disembuhkan dari Down Syndrome pada usia 3 tahun. Dia berusia 12 tahun Mei lalu, dan dia masih mengidap Down syndrome.

Hapuskanlah Kecemasan Anda dan Belajarlah untuk Memercayai Allah

Menyerahkan kembali anak Anda kepada Allah dapat menjadi keputusan yang sulit bagi para orang tua.

Saya tidak menyadari kalau saya memiliki mentalitas keselamatan berdasarkan-perbuatan, sampai saya kehilangan bayi saya tahun lalu. Saya menerima Yesus ke dalam hati saya di usia muda dan terus-menerus menerima pengajaran Alkitab yang kuat dari berbagai komunitas Kristen. Saya tahu keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan. Bahkan, tidak diusahakan sama sekali. Keselamatan adalah sebuah karunia.

Ditulis oleh: S. Setyawati

Dalam kehidupan di dunia, manusia tentu tidak luput dari konflik. Hal ini juga terjadi dalam keluarga, terlebih keluarga campuran. Keluarga campuran (blended family) adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak-anak kandung dan tiri. Di dalam keluarga seperti ini, konflik yang terjadi antaranggota keluarga tentu lebih kompleks dibandingkan keluarga pada umumnya, apalagi jika pihak suami dan istri memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Mengapa? Sebab, masing-masing anggota keluarga memiliki latar belakang budaya dan kebiasaan keluarga yang berbeda. Misalnya, keluarga dari pihak suami memiliki kebiasaan piknik saat akhir pekan, sementara keluarga dari pihak istri terbiasa bersih-bersih rumah. Selain itu, rasa cemburu antara anak yang dibawa dari pihak suami dan yang dibawa dari pihak istri juga dapat memicu munculnya konflik di antara saudara tiri. Jika perbedaan dan persoalan semacam ini tidak dikomunikasikan dengan baik, intensitas meningkatnya konflik akan semakin tinggi.

"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." (Efesus 5:22) Masih berlakukah ayat itu? Betulkah istri harus tunduk kepada suami? Mengapa ada ayat seperti itu di Alkitab? Mungkin zaman dulu cocok, tetapi bagaimana zaman sekarang? Bukankah perempuan dan lelaki sama harkat dan martabatnya? Mengapa yang disuruh tunduk cuma istri? Bukankah itu merupakan pelecehan kepada perempuan?

"Seperti barang, kalau saat pertama kali dipakai ternyata tidak sesuai spesifikasi, kita kembalikan itu barang. Perkawinan juga begitu. Saya memutuskan cerai setelah empat hari karena ia tidak lagi perawan. Itu terlihat jelas dari reaksinya pada malam pertama. Reaksinya seperti wanita berpengalaman."

"Mengapa ia berkata begitu padaku?"

Suara teman saya itu penuh dengan emosi saat saya mengambil napas dalam-dalam dan meminta bimbingan Roh Kudus sebelum saya mengeluarkan sebuah jawaban.

Saya orang yang sangat percaya dalam hal mengatakan kebenaran. Namun, saya dengan mudah dapat mengacaukan, yaitu ketika saya menyatakan kebenaran tanpa kebaikan atau ketika saya menyampaikan satu truk penuh kebenaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

PBB menyatakan bahwa lebih dari 70.000 orang telah menjadi korban jiwa dalam kemelut yang melanda Suriah selama dua tahun terakhir ini. Banyak orang Kristen menjadi martir karena imannya kepada Kristus. Berikut ini kesaksian Katia, seorang wanita Kristen Suriah yang masih bertahan di negaranya.

Pages