RENUNGAN

Wanita yang Sibuk

"Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka
semua." (Amsal 31:29)

Wanita karier pergi ke pasar.
Wanita kreatif tinggal di rumah.
Wanita bijak mengerjakan keduanya dan mengasuh anak.
Wanita yang sudah berkecukupan memilih tidak melakukan apa-apa.
Wanita yang masih bimbang belajar dari keempat wanita itu,
dan pulang dengan hati gembira.

Kasih Itu Sabar

Sekalipun kita menginginkan supaya kebutuhan-kebutuhan kita terpenuhi dan mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita tidak menuntut pemenuhan semua keinginan kita itu terjadi dengan segera. Kita ingatkan diri kita bahwa hubungan yang tidak terus bertumbuh akan mati. Hubungan kita bertumbuh -- karena pernikahan kita itulah kekuatan dan perhatian kita.

Pembacaan Alkitab: Rut 1:11-19

"Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut" (Rut 1:16-17)

"... Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini .... " (Markus 16:6)

Jikalau Anda telah membaca keseluruhan Injil Markus, Anda akan merasakan kepentingan Markus menuliskan kitabnya, bahwa ia seakan-akan hanya ingin memaparkan fakta-fakta penting yang harus diketahui oleh pembacanya. Karena itu, tidak tampak adanya usaha untuk menyampaikannya secara menarik dan persuasif, apalagi bombastis, seperti layaknya para reporter zaman sekarang, yang menghendaki beritanya dibaca oleh banyak orang. Sebagian besar tulisan Markus bernada datar, jujur, dan apa adanya.

"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:20)

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)

"Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." (Lukas 22:19)

Sepulang gereja, kami (aku dan istriku Susan) bertemu dengan seorang Oma berambut putih, berdiri di area parkir mobil. Kebaktian sudah usai beberapa menit. Kami berbincang-bincang dan sang Oma menceritakan sesuatu yang mencengangkan kami. Kami bertanya, mengapa Oma ini tidak antri seperti beberapa ibu-ibu lain (terutama para janda) yang hari ini menerima bingkisan Natal 2009.

"Tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:7)

Kalimat "tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan" mengingatkan saya pada sebuah liburan keluarga bertahun-tahun yang lampau. Kami sekeluarga telah melakukan perjalanan sepanjang hari, dan saya sedang mencari sebuah motel untuk tempat kami menginap. Saat kami menyusuri jalan raya, harapan kami berulang kali kandas ketika melihat papan penanda bertuliskan "TIDAK ADA TEMPAT".

Engkau, yang berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu," sekarang aku datang kepada-Mu.

Karena aku benar-benar letih. Aku benar-benar merasa letih, mental maupun fisik. Aku benar-benar tak berdaya, dicengkeram dengan tekanan. Aku terlalu lelah untuk makan. Terlalu lelah untuk berpikir. Terlalu lelah untuk tidur. Rasanya aku sudah dekat dengan titik kepenatan.

Acuan: Yosua 7:1-11

Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: "Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian?" (Yosua 7:10)

Orang-orang kudus yang terkenal sekalipun dapat juga dihinggapi perasaan tak berdaya dan putus asa. F.E. Marsh menulis sesuatu tentang hal ini: "Alkitab mencatat beberapa pengalaman hamba-hamba Allah yang mengalami depresi. Catatan berikut dapat menolong kita menghindari akibat negatif tersebut.

Bacaan: Filipi 4:1-8

Temperamen kita tampaknya sudah melekat semenjak lahir. Sebagian dari kita ada yang tampak selalu bergembira, sementara yang lain kelihatan murung. Namun, bagaimana kita menanggapi ujian hidup juga memengaruhi watak kita secara keseluruhan.

"Gadis Kristen yang baik tidak pernah marah" adalah sebuah kalimat yang pernah saya dengar ketika masih kecil. Orang-orang Kristen tidak pernah marah. Jadi jika saya merasa kesal, saya akan memendamnya. Saya ingat saat sedang bekerja, fotografer berita saya tidak mendapatkan jumlah gambar yang cukup untuk berita yang akan saya bawakan pukul 6. Saya sangat marah. Apakah saya mengatakan padanya, "Saya sangat kecewa. Lain kali, saya akan sangat menghargai jika kamu bisa mendapatkan jumlah gambar yang cukup tanpa saya minta. Saya akan mencoba mengingatkanmu, tapi saya kecewa karena berita saya jadi tidak sebagus yang seharusnya."

1 Korintus 13

Boleh jadi saya seorang ilmuwan terkenal atau dokter ahli dan ruangan kantor saya penuh dengan ijazah-ijazah dan diploma, mungkin saya dikenal sebagai guru yang andal dan pembicara yang menakjubkan, tetapi apabila saya tidak memunyai kasih, maka semuanya itu hanya bagaikan gong atau bel yang nyaring bunyinya.

Mazmur 119:103, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku."

Baru-baru ini, saya dan istri saya merasakan perlunya minum vitamin demi kesehatan kami. Ketika saya merenungkan tentang vitamin, perenungan ini membuat saya berpikir bahwa minum vitamin itu seperti pendekatan yang dewasa untuk membaca firman Tuhan. Pertama kali saya menjadi orang Kristen, saya ingat membaca setiap pasal dan mendapatkan pencerahan setiap kali saya membacanya! Seiring dengan pertumbuhan saya di dalam Tuhan, saat membaca firman-Nya, terkadang saya masih merasa mendapatkan pencerahan, tetapi sekarang lebih seperti minum vitamin. Apa maksudnya?

Pages