RENUNGAN

Sepulang gereja, kami (aku dan istriku Susan) bertemu dengan seorang Oma berambut putih, berdiri di area parkir mobil. Kebaktian sudah usai beberapa menit. Kami berbincang-bincang dan sang Oma menceritakan sesuatu yang mencengangkan kami. Kami bertanya, mengapa Oma ini tidak antri seperti beberapa ibu-ibu lain (terutama para janda) yang hari ini menerima bingkisan Natal 2009.

"Tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:7)

Kalimat "tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan" mengingatkan saya pada sebuah liburan keluarga bertahun-tahun yang lampau. Kami sekeluarga telah melakukan perjalanan sepanjang hari, dan saya sedang mencari sebuah motel untuk tempat kami menginap. Saat kami menyusuri jalan raya, harapan kami berulang kali kandas ketika melihat papan penanda bertuliskan "TIDAK ADA TEMPAT".

Engkau, yang berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu," sekarang aku datang kepada-Mu.

Karena aku benar-benar letih. Aku benar-benar merasa letih, mental maupun fisik. Aku benar-benar tak berdaya, dicengkeram dengan tekanan. Aku terlalu lelah untuk makan. Terlalu lelah untuk berpikir. Terlalu lelah untuk tidur. Rasanya aku sudah dekat dengan titik kepenatan.

Acuan: Yosua 7:1-11

Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: "Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian?" (Yosua 7:10)

Orang-orang kudus yang terkenal sekalipun dapat juga dihinggapi perasaan tak berdaya dan putus asa. F.E. Marsh menulis sesuatu tentang hal ini: "Alkitab mencatat beberapa pengalaman hamba-hamba Allah yang mengalami depresi. Catatan berikut dapat menolong kita menghindari akibat negatif tersebut.

Bacaan: Filipi 4:1-8

Temperamen kita tampaknya sudah melekat semenjak lahir. Sebagian dari kita ada yang tampak selalu bergembira, sementara yang lain kelihatan murung. Namun, bagaimana kita menanggapi ujian hidup juga memengaruhi watak kita secara keseluruhan.

"Gadis Kristen yang baik tidak pernah marah" adalah sebuah kalimat yang pernah saya dengar ketika masih kecil. Orang-orang Kristen tidak pernah marah. Jadi jika saya merasa kesal, saya akan memendamnya. Saya ingat saat sedang bekerja, fotografer berita saya tidak mendapatkan jumlah gambar yang cukup untuk berita yang akan saya bawakan pukul 6. Saya sangat marah. Apakah saya mengatakan padanya, "Saya sangat kecewa. Lain kali, saya akan sangat menghargai jika kamu bisa mendapatkan jumlah gambar yang cukup tanpa saya minta. Saya akan mencoba mengingatkanmu, tapi saya kecewa karena berita saya jadi tidak sebagus yang seharusnya."

1 Korintus 13

Boleh jadi saya seorang ilmuwan terkenal atau dokter ahli dan ruangan kantor saya penuh dengan ijazah-ijazah dan diploma, mungkin saya dikenal sebagai guru yang andal dan pembicara yang menakjubkan, tetapi apabila saya tidak memunyai kasih, maka semuanya itu hanya bagaikan gong atau bel yang nyaring bunyinya.

Mazmur 119:103, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku."

Baru-baru ini, saya dan istri saya merasakan perlunya minum vitamin demi kesehatan kami. Ketika saya merenungkan tentang vitamin, perenungan ini membuat saya berpikir bahwa minum vitamin itu seperti pendekatan yang dewasa untuk membaca firman Tuhan. Pertama kali saya menjadi orang Kristen, saya ingat membaca setiap pasal dan mendapatkan pencerahan setiap kali saya membacanya! Seiring dengan pertumbuhan saya di dalam Tuhan, saat membaca firman-Nya, terkadang saya masih merasa mendapatkan pencerahan, tetapi sekarang lebih seperti minum vitamin. Apa maksudnya?

Jangan bohong! Kita semua bergumul dengan masalah ini dan itu karena kita adalah manusia. Kita egois dengan waktu kita dan menginginkan semua hal selalu berjalan dengan baik.

Hadapilah kenyataan! Hidup tidak akan selalu dalam keadaan baik. Kita akan bergumul dengan permasalahan-permasalahan yang baik dan yang buruk selama kita masih bernapas. Hanya ketika kita tiba di surga saja pergumulan kita akan menjadi sejarah! Secara harfiah ....

Kembali ke pokok masalah! Apakah Anda memiliki hati seorang hamba terhadap orang lain? Apakah Anda menginginkannya? Dan jika Anda memilikinya, apakah hal itu akan membantu Anda menghadapi pergumulan sehari-hari?

Acuan: Keluaran 13:3-10, 14-16

"Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat Tuhan kepadaku." (Keluaran 13:8)

"Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata." (Amsal 31:10)

I. Istri yang Dapat Dipercaya (Amsal 31:11)

Seorang suami membutuhkan seorang istri yang bersedia mendengarkannya ketika ia sedang mencurahkan isi hatinya. Istri yang diharapkan oleh suami ialah seorang yang dapat menjadi teman hidup yang kepadanya ia bisa membagi kesenangan atau kepahitan hati, keberhasilan atau kegagalan, dan pengharapan atau keputusasaannya. Ia ingin agar istrinya bisa mendengarkan dan mengerti sambil mencari jalan kelepasan dari persoalan-persoalan yang dihadapinya.

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran." (Yohanes 16:13)

Kebenaran itu seperti gua yang sangat besar yang ingin kita masuki, namun kita tak mampu melewatinya sendiri. Di pintu masuk gua itu, tampak jelas dan terang. Tetapi jika kita ingin melangkah lebih dalam dan menjelajah tempat-tempat tersembunyi yang paling dalam, kita harus memiliki seorang pembimbing, atau kita akan tersesat. Roh Kudus, yang benar-benar mengetahui seluruh kebenaran, adalah Sang Pembimbing yang ditetapkan bagi seluruh orang yang benar-benar percaya, dan Dia akan memimpin mereka supaya mereka bisa mengungkap kebenaran tersebut, dari satu bagian ke bagian berikutnya, sehingga mereka melihat kedalaman Allah, dan rahasia-Nya menjadi tersingkap dengan jelas bagi mereka.

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di Surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Surga." (Matius 18:10)

Kebanyakan gereja memunyai ruangan bayi yang kedap suara di bagian belakang aula. Di tempat kami, ruangan itu berupa ruang sederhana berukuran sekitar 3,6 x 1,5 m dengan panel kaca dan pintu geser dari kayu yang sudah reot. Dan yang saya tahu, rasanya pintu itu selalu dalam keadaan rusak.

"TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." (Hakim-hakim 4:9)

Siapakah Anda? Seorang atlet? Musisi? Pekerja lapangan? Administrator dan pengurus organisasi? Ahli komputer? Pengungkap misteri? Teknisi mobil? Pelukis? Pendekor? Sukarelawan?

Pages